SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survei Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita di Posyandu Desa Ngadireso Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang

khitami azemia

Abstrak


ABSTRAK

 

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk membangun manusia seutuhnya, dimulai sedini mungkin sejak janin masih dalam kandungan hingga proses persalinan, dilanjutkan dengan upaya kesehatan balita sampai usia lima tahun (Depkes RI, 2006). Gangguan tumbuh kembang balita dapat diperbaiki dan dicegah yaitu dengan melakukan deteksi dan intervensi dini (Depkes, 2006). Berdasarkan data dari Dinkes Jawa Timur (2008), cakupan deteksi dini tumbuh kembang hanya mencapai 40-59% dari 90% target yang telah ditetapkan dan Malang masih menempati posisi terendah cakupan balita yang memperoleh pelayanan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak yaitu sekitar 45-47% dari cakupan yang telah ditetapkan yaitu 90% (Dinkes Jatim, 2011:43). Deteksi dini tumbuh kembang balita yang dilakukan di Posyandu Desa Ngadireso masih belum sesuai standar. Maka dari itu, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang balita menggunakan instrumen yang telah sesuai standar yang telah ditetapkan.

            Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita peserta Posyandu Melati Desa Ngadireso Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang yang berjumlah 217 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 141 balita. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan bayi, timbangan injak, infantometer, microtoise, metlin, dan Kuesioner Pra-Skrining perkembangan (KPSP). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat.

            Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata pertumbuhan balita adalah normal, berdasarkan indikator pengukuran Berat Badan terhadap Tinggi Badan (BB/TB), persentase balita gemuk sebesar 18,4%, normal 68,8%, kurus 10,6%, dan kurus sekali 2,1%. Berdasarkan indikator pengukuran Lingkar Kepala terhadap Usia (LK/U), persentase balita yang mengalami mikrosefal sebesar 0,7%, normal 99,3%, dan tidak terdapat balita dengan makrosefal. Pada perkembangan balita sebanyak 75,2% balita memiliki perkembangan sesuai, 22,7% balita dengan perkembangan meragukan, dan sebanyak 2,1% balita mengalami penyimpangan.