SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Pengaruh Antara Koagulasi Polipeptida Biji Kelor Dengan Kulit, Tanpa Kulit dan Saringan Pasir Lambat dan Terhadap Air Limbah Industri Tempe Parameter BOD, COD, TSS Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan UKM Sanan Kota Malang

Dwi Rakhmatun Laili

Abstrak


ABSTRAK

 

Laili, Dwi Rakhmatun.2017. Perbedaan Pengaruh Antara Koagulasi Polipeptida Biji Kelor Dengan Kulit, Tanpa Kulit dan Saringan Pasir Lambat dan Terhadap Air Limbah Industri Tempe Parameter BOD, COD, TSS Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan UKM Sanan Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. H Djoko Kustono, M.Pd, Pembimbing: (II) Nurnaningsih Herya Ulfah, S.KM, M.Kes.

 

Kata kunci: BOD, COD, TSS, koagulasi, filtasi, biji kelor, saringan pasir lambat

 

Sanan merupakan sentra industri tempe yang belum memiliki pengolahan limbah dan langsung dibuang ke lingkungan. Limbah cair yang dihasilkan mengandung bahan cemaran organik yang tinggi. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomer  5 Tahun 2014 ambang batas parameter limbah cair tempe yang boleh dibuang ke lingkungan dengan kadar BOD 150 mg/L dari 1,5 kg/ton kedelai yang diolah, COD 300 mg/L dari 3 kg/ton, TSS 100 mg/L dari 1 kg/ton. Namun pada uji laboratorium yang kadar BOD 309,6 mg/L, COD 1515 mg/L, TSS 508,5 mg/L, seluruhnya melebihi ambang batas yang ditentukan.

Biji kelor (Moringa oliefiera) bahan alami yang dapat dijadikan bahan penurun angka BOD,COD, dan TSS pada air limbah. Kandungan polipeptida biji kelor dapat dijadikan koagulan. Penggabungan proses koagulasi dengan filtrasi merupakan serangkaian treatment yang diperlukan dalam penurunan kadar BOD, COD, dan TSS pada air limbah tempe. Proses filtrasi menggunakan media saringan pasir lambat. Bahan penyusun saringan adalah pasir, ijuk, arang, kerikil, batu, dan potongan kaca

Metode penelitian penelitian ini menggunakan desain penelitian true eksperimen pretest posttest with control group. Variabel penelitian ini koagulasi biji kelor dengan kulit, tanpa kulit dan saringan pasir sebagai variabel sebab, dan limbah cair tempe sebagai variabel akibat. Populasinya 275 air limbah industri tempe, dengan sampel minimal ekpserimen 15. Teknik pengambilan sampel dengan sampling proporsional. Jumlah sampel ditentukan oleh minimal sampel eksperimen yaitu 15. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional. Analisis  yang digunakan adalah Anova Oneway

Hasil analisis Anova oneway Saringan pasir dan biji kelor dengan kulit dan tanpa kulit menunjukkan hasil: (1) nilai F 244,525 dan Asymp. Sig ,000 pada BOD (2) nilai F 394,381 dan asymp. sig ,000 pada COD, (3) nilai F 727,777 dan asymp. sig ,000 pada TSS. Skor BOD, COD, TSS saringan pasir dan gram biji kelor dengan kulit dan tanpa kulit dengan hasil: (1) nilai F 27,711 Asymp. Sig ,004 pada BOD (2) nilai F 68,105 asymp.sig ,001 pada COD (3) nilai F 199,367 asymp. Sig ,000 pada TSS. Variabel perlakuan lebih besar dari 0,05. Kesimpulan dari pengujian hipotesis tersebut adalah terdapat perbedaan pengaruh koagulasi polipeptida biji kelor dengan kulit, tanpa kulit dan saringan pasir lambat terhadap air limbah tempe di Sanan.