SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Ko-infeksi Tuberkulosis pada Pasien HIV/AIDS di Kabupaten Malang

Nurin Marfidhotul Iftitah

Abstrak


ABSTRAK

 

Iftitah, Nurin M. 2017. Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Ko-infeksi Tuberkulosis pada Pasien HIV/AIDS di Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sapto Adi, M.Kes., (II) drg. Rara Warih Gayatri, M.PH.

 

Kata Kunci: ko-infeksi TB Paru, faktor-faktor, Pasien HIV

 

 Koinfeksi TB paru pada pasien HIV merupakan adanya dua infeksi yang terjadi secara bersamaan dengan penyebab berbeda berupa bakteri M. Tuberculosis dan virus HIV yang dialami oleh pasien TB dengan HIV positif maupun pasien HIV dengan TB (Spiritia dalam Sianida, 2015: 20). Jumlah kasus di Kabupaten Malang Pada tahun 2015 jumlah pasien TB yang diduga positif HIV tercatat 214 pasien. Dari 214 pasien tersebut yang positif HIV ada 13 pasien dan salah satunya meninggal akibat terserang TB-HIV. Faktor risiko TB pada pasien HIV dikategorikan menjadi faktor risiko distal dan faktor risiko proksimal.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor terjadinya koinfeksi TB Paru pada pasien HIV/AIDS di Kabupaten Malang. Terdapat lima variabel yang diteliti yaitu kontak pasien koinfeksi TB-HIV dengan pasien TB, stadium klinis pasien, tingkat pendidikan pasien, riwayat asma, dan riwayat diabetes. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode case control (restropektif). Metode sampling yang digunakan adalah non probability total sampling dengan 20 sampel dari kelompok kasus dan 20 sampel dari kelompok kontrol. Kelompok kasus merupakan pasien HIV dengan koinfeksi TB sedangkan kelompok kontrol merupakan pasien HIV yang tidak menderita koinfeksi TB. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Univariate (Analisis Deskriptif) dan Analisis Bivariate dengan menggunakan uji chi-square.

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian ini menunjukkan bahwa kontak pasien  koinfeksi TB-HIV dengan pasien TB (p-value=0,000 dan OR=2,092), stadium klinis pasien koinfeksi TB-HIV (p-value=0,000 dan OR=2,541), tingkat pendidikan pasien koinfeksi TB-HIV (p-value=0,000 dan OR=1,822), riwayat asma pasien koinfeksi TB-HIV (p-value=0,240 dan OR=0,198), dan riwayat diabetes pasien koinfeksi TB-HIV (p-value =0,347 dan OR=0,165).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor kontak pasien  koinfeksi TB-HIV dengan pasien TB, stadium klinis pasien koinfeksi TB-HIV, dan tingkat pendidikan pasien koinfeksi TB-HIV memiliki hubungan secara signifikan dan merupakan faktor risiko terhadap terjadinya koinfeksi TB pada pasien HIV di Kabupaten Malang. Faktor lain yaitu riwayat asma pasien koinfeksi TB-HIV dan riwayat diabetes pasien koinfeksi TB-HIV tidak memiliki hubungan secara signifikan dan merupakan faktor protektif terhadap terjadinya koinfeksi TB pada pasien HIV di Kabupaten Malang.