SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kejadian Diare dengan Kepadatan Lalat dan Pengelolaan Limbah pada Masyarakat Peternak Sapi Perah di Dusun Krajan Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang

Redhita Fatrisia

Abstrak


ABSTRAK

 

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia khususnya di negara berkembang seperti Indonesia, karena angka morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Menurut data Kemenkes RI tahun 2011, diare menjadi penyebab kematian peringkat ke-13 dengan proporsi 3,5%. Lingkungan memegang pengaruh paling besar terhadap kesehatan. Penyebab penyakit diare diantaranya karakteristik masyarakat dan kesehatan lingkungan. Angka kejadian diare di Desa Kemiri lebih tinggi dari rata-rata desa yang lain di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang tahun 2014 yaitu sebanyak 104 kasus dan 38 kasus terjadi pada balita. Desa Kemiri memiliki permasalahan lingkungan terkait banyaknya peternak di wilayah tersebut. Dusun Krajan merupakan wilayah dengan jumlah populasi peternak paling banyak yaitu 365 keluarga. Pengelolaan dan pemanfaatan limbah ternak sapi yang tidak saniter mampu menjadi media yang tepat bagi tempat perindukan vektor diare, yaitu lalat.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian diare dengan kepadatan lalat dan pengelolaan limbah ternak pada masyarakat peternak sapi perah di Dusun Krajan Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional. Penelitian dilaksanakan bulan Februari-April 2017 di Dusun Krajan Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner, lembar observasi, dan pengukuran menggunakan fly grill dan hand counter. Metode pengambilan sampel yakni cluster random sampling dengan jumlah sampel 177 peternak. Proses pengolahan data melalui tahapan editing, coding, entry data dan cleaning data. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian diare dengan kepadatan lalat (p=0,00) serta terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian diare dengan pengelolaan limbah ternak (p=0,00). Untuk mengurangi risiko diare masyarakat perlu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memelihara dan meningkatkan kesehatan lingkungan serta melakukan upaya pengendalian lalat, melakukan usaha pengelolaan dan pemanfaatan limbah ternak sapi, serta lebih memanfaatkan fasilitas kesehatan masyarakat.