SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EFEKTIVITAS KOMBINASI FILTRASI IONIK ZEOLITE DAN PROTEIN KATIONIK LIMBAH CANGKANG UDANG SEBAGAI UPAYA PENURUNAN KESADAHAN AIR DESA DRUJU KABUPATEN MALANG

Retno Puspitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Kebutuhan air bersih layak minum mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kabupaten Malang sumber air bersih tidak layak minum sebesar 19,35 %. Kasus tersebut banyak dialami oleh wilayah pedesaan yang tidak terjangkau oleh PDAM, sehingga memanfaatkan air tanah atau air permukaan. Salah satu parameter kimia yang tidak memenuhi syarat air bersih layak minum adalah ion Ca2+ dan menyebabkan air bersadah dengan risiko penyakit berupa batu ginjal bila terakumulasi di dalam tubuh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas filtrasi ion kombinasi zeolite dan protein kationik limbah cangkang udang terhadap penurunan tingkat kesadahan air Desa Druju Kabupaten Malang.

Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories. Populasi penelitian ini adalah semua air masyarakat Desa Druju Kabupaten Malang, pengambil sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan uji perubahan kesadahan air dengan pengulangan 9 kali. Analisis data menggunakan descriptive kuantitatif dengan menggambarkan hasil pengukuran kesadahan air. Instrumen yang digunakan adalah QI/LKA/61  (kompleksometri) untuk kesadahan air.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pada keefektivitasan kombinasi ketebalan filtrasi ionik 60 cm, 65 cm, dan 70 cm terhadap perbedaan kesadahan air masyarakat Desa Druju Kabupaten Malang. Berdasarkan uji Laboratorium Lingkungan Jasa Tirta didapatkan terdapat rata-rata penurunan kesadahan air pada kombinasi ketebalan filtrasi ionik zeolite dan protein kationik limbah cangkang udang 60 cm, 65 cm dan 70 cm yaitu sebesar 381,7 mg/L, 192,8 mg/L, dan 170 mg/L. Perbedaan keefektifan pada masing-masing kombinasi ketebalan, dan kombinasi ketebalan yang paling efektif yaitu pada kombinasi ketebalan 70 cm sebesar 71,4% dengan rata-rata penurunan kadar kesadahan sebesar 170 mg/l, sehingga dapat memenuhi baku mutu air bersih layak minum menurut standar Permenkes RI No.492/ Menkes/Per/ IV/2010