SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), Lingkar Pinggang, dan Kolesterol Total Darah dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien yang Berkunjung Ke Puskesmas Kendalkerep Kota Malang

Betrix Rifana Kusumaning Indah

Abstrak


ABSTRAK

 

Indah, Betrix Rifana Kusumaning. 2017.  Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), Lingkar Pinggang, dan Kolesterol Total Darah dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien yang Berkunjung Ke Puskesmas Kendalkerep

Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra Endang Sri Redjeki, M.S., (II) drg. Rara Warih Gayatri, M.PH

 

Kata Kunci      : hipertensi, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang,

kolesterol total darah

Hipertensi adalah peningkatan tekanan di pembuluh darah secara kronis dengan kriteria tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Hipertensi diperkirakan menjadi penyebab dari 12,8% kematian di dunia. Di Indonesia, hipertensi menjadi penyebab kematian nomor tiga, setelah stroke dan tuberkulosis. Salah satu faktor risiko yang dapat diubah dan memiliki kontribusi besar terhadap kejadian hipertensi adalah obesitas dan hiperkolesterol. Di Kota Malang prevalensi hipertensi cukup tinggi, hal ini dibuktikan dengan kedudukan hipertensi sebagai penyakit nomor 2 terbanyak selama 4 tahun berturut-turut yakni 2012, 2013, 2014 dan 2015. Pada tahun 2015, Puskesmas Kendalkerep merupakan puskesmas yang mengalami peningkatan kejadian hipertensi tertinggi di Kota Malang, yakni 10,29%. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang dan kolesterol total darah dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan studi analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Besar sampel berjumlah 97 pasien yang berkunjung pada kurun waktu 21 Februari–19 Maret 2017 di Poli Umum Puskesmas Kendalkerep yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel diperoleh dengan cara quota sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan berat badan, microtoise, pita meter, GCU blood meter dan tensimeter digital.

 

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan positif antara Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang dan kolesterol total darah dengan kejadian hipertensi (p value < 0,05). Hasil analisis chi square menunjukkan bahwa seseorang dengan IMT obesitas (IMT ≥ 25 kg/m2) memiliki risiko 10 lebih tinggi terkena hipertensi dibanding dengan seseorang yang memiliki IMT normal (IMT < 25 kg/m2) (PR =9,966). Seseorang yang memiliki lingkar pinggang obesitas (L ≥ 90 cm, P ≥ 80 cm) akan berisiko 14,8 kali lebih tinggi untuk terkena hipertensi dibanding dengan yang memiliki lingkar pinggang normal (L < 90 cm, P < 80 cm) (PR=14,750). Seseorang yang memiliki kolesterol total darah tinggi (≥200 mg/dl) akan berisiko 4,6  kali lebih tinggi untuk terkena hipertensi dibanding dengan orang yang memiliki kolesterol total darah normal (