SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Motivasi Kerja dan Kemampuan Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Lavalette Malang

Viska Yolanda

Abstrak


ABSTRAK

 

Yolanda, Viska. 2017. Hubungan Antara Motivasi Kerja dan Kemampuan Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Lavalette Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setyo Budiwanto, M.Kes, (II) Septa Katmawanti, S.Gz., M.Kes.

 

Kata Kunci: Motivasi Kerja, Kemampuan Kerja, Kinerja Petugas Rekam Medis

Rumah Sakit merupakan tempat penyediaan layanan kesehatan untuk masyarakat. Salah satu pelayanan yang minimal wajib disediakan oleh rumah sakit adalah pelayanan rekam medis. Indikator mutu rekam medis yang masih belum terpenuhi di rumah sakit yaitu kelengkapan dokumen rekam medis dan ketepatwaktuan penyediaan rekam medis. Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) rekam medis Rumah Sakit Lavalette tahun 2015, menunjukkan bahwa indikator SPM rekam medis belum mencapai target yaitu kelengkapan pengisian rekam medis 24 jam setelah selesai pelayanan yang seharusnya memiliki target 100% hanya mencapai 87%, kelengkapan informed consent setelah mendapatkan informasi yang jelas yang seharusnya memiliki 100% hanya mencapai 94%, waktu penyediaan dokumen rekam medis pelayanan rawat jalan yang seharusnya memiliki target ≤ 10 menit yaitu masih melebihi target (19 menit), dan waktu penyediaan dokumen rekam medis pelayanan rawat inap yang seharusnya memiliki target ≤ 15 menit yaitu masih melebihi target (16 menit). Jika dibandingkan dengan Kepmenkes No. 129/Menkes/SK/II/2008 tentang SPM Rumah Sakit, maka Rumah Sakit Lavalette dikategorikan belum memenuhi SPM rumah sakit. Hal ini disebabkan karena tugas dari petugas rekam medis tidak dilaksanakan dengan baik, sehingga dapat dikatakan bahwa kinerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Lavalette masih kurang baik dalam pelaksanaannya. Faktor yang berhubungan dengan tinggi rendahnya kinerja adalah faktor kemampuan dan faktor motivasi.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei explanatory dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi kerja dan kemampuan kerja, sedangkan variabel terikat adalah kinerja petugas rekam medis. Subyek penelitian adalah seluruh petugas rekam medis di Rumah Sakit Lavalette Malang yang berjumlah 7 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, lembar observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar petugas rekam medis memiliki motivasi intrinsik yang cukup dengan persentase sebesar 71.4%, sebagian besar petugas rekam medis memiliki motivasi ekstrinsik yang cukup dengan persentase sebesar 71.4%, sebagian besar petugas rekam medis memiliki kemampuan kerja yang cukup dengan persentase sebesar 57.1%, dan seluruh petugas rekam medis memiliki kinerja yang baik dengan persentase sebesar 100%.

 

Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi intrinsik dengan kinerja, terdapat hubungan antara motivasi ekstrinsik dengan kinerja, dan terdapat hubungan antara kemampuan kerja dengan kinerja.