SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Tinggi Badan Mahasiswa Tata Boga Universitas Negeri Malang terhadap Kelelahan Saat Memasak di Meja Dapur Laboratorium Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Octa Sofwanul Fata

Abstrak


ABSTRAK

 

Fata, Octa Sofwanul. 2017. Pengaruh Tinggi Badan Mahasiswa Tata Boga Universitas Negeri Malang terhadap Kelelahan Saat Memasak di Meja Dapur Laboratorium Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Marji, M.Kes, (II) dr. Erianto Fanani.

Kata Kunci: Tinggi Badan, Kelelahan, Memasak, Meja Dapur

Ketinggian meja dapur yang dibuat tanpa memperhatikan ukuran antropometri pengguna dapat mempercepat kelelahan bagi penggunanya. Berdasarkan observasi pendahuluan pada Laboratorium Tata Boga Universitas Negeri Malang, diketahui bahwa meja dapur yang digunakan untuk memasak di Laboratorium Tata Boga Universitas Negeri Malang memiliki ketinggian 85 cm dengan rata-rata tinggi badan mahasiswa S1 Jurusan Tata Boga angkatan 2014 Universitas Negeri Malang adalah 157,24 cm. Berdasarkan pada suatu penelitian di India menyimpulkan bahwa kegiatan memasak bagi users yang mempunyai tinggi badan rata-rata 154,4 cm idealnya menggunakan meja dengan ketinggian 96 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara ukuran tinggi badan mahasiswa Tata Boga terhadap kelelahan saat melakukan aktifitas memasak di Laboratorium Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 Jurusan Tata Boga Universitas Negeri Malang angkatan 2014 yang dipilih dengan menggunakan teknik  purposive sampling. Instrumen yang digunakan antara lain microtoise, meteran, pulse oxy meter, tensimeter, dan glucometer. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran antropometri tinggi badan, tinggi siku mahasiswa dan pengukuran tekanan darah, denyut nadi, serta gula darah sebelum dan sesudah memasak di meja dapur Laboratorium Tata Boga Universitas Negeri Malang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah paired t test.

Hasil analisis paired t test menunjukkan bahwa adanya perbedaan antara tekanan darah sistolik (p value 0,022), tekanan darah diastolik (p value 0,006), tekanan MAP (p value 0,01), dan frekuensi denyut nadi (p value 0,000) pada saat sebelum dan sesudah memasak di meja dapur Laboratorium Tata Boga Universitas Negeri Malang. Sedangkan variabel yang tidak ada perbedaan adalah kadar gula darah (p value 0,315).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan tekanan darah dan denyut nadi mahasiswa yang sebelum dan sesudah melakukan kegiatan memasak serta tidak terdapat perbedaan kadar gula darah mahasiswa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan memasak di laboratorium tata boga  fakultas teknik Universitas Negeri Malang