SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Uji Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Sebagai Insektisida Terhadap Kutu Rambut (Pediculus capitis).

Ardhita Prilly Pritacindy

Abstrak


ABSTRAK

 

Pritacindy, Ardhita Prilly. 2017. Uji Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Sebagai Insektisida Terhadap Kutu Rambut (Pediculus capitis). Skripsi,Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Supriyadi, M.Kes,                        Pembimbing: (2) dr. Agung Kurniawan, M.Kes.

 

Kata Kunci : Kutu Rambut, Bawang Putih, Insektisida

 

Kutu rambut (Pediculosis capitis) disebabkan oleh serangga parasit Pediculus Humanus Capitis, yang hidup di kulit kepala manusia. Kutu rambut biasanya menyebar pada anak-anak usia 3-11 tahun.

            Penanggulangan kutu rambut dapat dilakukan secara mekanis dan kimia. Secara mekanis dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kulit kepala, sedangkan secara kimia dapat menggunakan obat pembasmi kutu rambut yang beredar di pasaran. Penggunaan insektisida kimia yang berlebihan memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Menurut Word Health Organization (WHO) sebanyak 44.000-2.000.000 orang setiap tahunnya mengalami keracunan akibat insektisida kimia. Tingginya dampak negatif insektisida kimia diperlukan alternatif pembasmian kutu rambut  menggunakan insektisida alami. Insektisida alami yang dapat digunakan untuk membasmi kutu rambut salah satunya yaitu bawang putih (Allium sativum). Beberapa kandungan yang terdapat dalam bawang putih adalah allixin, flavonoid, dan saponin yang berkhasiat untuk membasmi vektor penyakit terutama kutu rambut.

            Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8% sebagai insektisida terhadap kutu rambut.

            Metode penelitian yang digunakan adalah metode true experimental atau eksperimen sungguhan dengan menggunakan sampel setiap kelompok (4%, 6%, dan 8%) membutuhkan 10 kutu rambut dengan 3 kali percobaan sehingga memerlukan 120 sampel kutu rambut.

            Analisa data dilakukan menggunakan uji One Way Anova dengan hasil F hitung 806,493 > F tabel 2,87. Maka terdapat perbedaan waktu bunuh kutu rambut. Sedangkan berdasarkan uji lanjutan Post Hoc didapatkan nilai probabilitas yaitu .000 < 0.05 sehingga dapat dikatakan memiliki perbedaan yang signifikan.

            Kesimpulan dari pengujian hipotesis tersebut adalah ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8% efektiv sebagai insektisida terhadap kutu rambut. Saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini yaitu memerlukan penelitian lanjutan untuk menentukan konsentrasi yang tepat apabila akan diaplikasikan ke kulit kepala dan perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui bentuk sediaan yang baik untuk insektisida.