SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Intensitas Moderat Dan Intensitas Tinggi Terhadap Gambaran Kerusakan Histologi Sel Piramidal Pada Cerebrum Tikus (Rattus Norvegicus Strain Wistar.

Triandono Rejki

Abstrak


RINGKASAN

Triandono, Rejki , 2018. Pengaruh Latihan Intensitas Moderat Dan Intensitas Tinggi Terhadap Gambaran Kerusakan Histologi Sel Piramidal Pada Cerebrum Tikus (Rattus Norvegicus Strain Wistar. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes., (II) Olivia Andiana, S.Or, M.Kes.

Kata Kunci: Latihan intensitas moderat, latihan intensitas tinggi, Cerebrum

Hepar merupakan organ terbesar pada tubuh, menyumbang sekitar 2 persen berat tubuh total, atau sekitar 1,5 kg pada rata-rata manusia dewasa. Selain sebagai organ terbesar, hepar juga memiliki peranan penting dalam tubuh antara lain penyaringan dan penyimpanan darah, metabolisme (karbohidrat, protein, lemak, hormon, dan zat kimia asing), pembentukan empedu, penyimpanan vitamin dan besi, dan pembentukan faktor koagulasi (Guyton & Hall, 2014). Sel hepar mempunyai kemampuan regenerasi yang cepat.

Olahraga  yang dilakukan berhubungan dengan intensitas yang digunakan,  terbagi atas tiga yaitu intensitas ringan, sedang atau moderat, dan berat atau tinggi. Latihan dengan intensitas moderat dapat mencegah hilangnya fungsi fisik dan memperbaiki resiko tekanan darah, yang berkontribusi terhadap perkembangan berbagai penyakit (Erin J.Howden, et all., 2012: 474). Sedangkan latihan dengan intensitas tinggi atau latihan fisik yang berlebihan akan mengganggu seluruh homeostatis dalam tubuh dan menyebabkan perubahan hemodinamik dan metabolik tidak hanya di otot rangka tetapi juga di banyak organ (Marzena, et all. 2004:213). Salah satunya adalah organ Otak.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian experimental laboratories, dengan rancangan Random Control Group Posttest-Only Design. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Latihan moderat memiliki rata-rata kerusakan (nekrosis) lebih rendah dibandingkan pada kelompok latihan intensitas tinggi dan kelompok kontrol. Tingkat kerusakan yang rendah hal ini disebabkan bahwa tubuh masih dapat menanggapi latihan dengan baik, dengan mempertahankan kesimbangan antioksidan dalam tubuh.

SUMMARY

Triandono, Rejki, 2018. Effect of Moderate Intensity and High Intensity Exercises on Broken Pyramidal Cell Histology in Cerebrum Rats (Rattus Norvegicus Strain Wistar. Thesis, Department of Sports Science, Faculty of Sport Sciences, Malang State University. Advisor (I) Dr. Rias Gesang Kinanti , M.Kes., (II) Dr. Saichudin M.Kes.

Keywords: moderate intensity exercise, high intensity exercise, Cerebrum

The liver is the largest organ in the body, contributing around 2 percent of total body weight, or about 1.5 kg in the average adult human body. Aside from being the largest organ, the liver also has an important role in the body including filtering and storing blood, metabolism (carbohydrates, proteins, fats, hormones and foreign chemicals), bile formation, storage of vitamins and iron, and the formation of coagulation factors (Guyton & Hall, 2014). Liver cells have the ability to regenerate quickly.

Sports carried out related to the intensity used, divided into three, namely mild, moderate or moderate intensity, and heavy or high. Moderate intensity exercise can prevent loss of physical function and improve the risk of blood pressure, which contributes to the development of various diseases (Erin J. Powden, et all., 2012: 474). While high-intensity exercise or excessive physical exercise will disrupt the entire homeostasis in the body and cause hemodynamic and metabolic changes not only in skeletal muscle but also in many organs (Marzena, et all. 2004: 213). One of them is the liver organ.

This study used an experimental laboratories design, with the design of Random Control Group Posttest-Only Design. Based on this study it can be concluded that moderate exercise has a lower average of damage (necrosis) than in the high intensity exercise and control groups. This low level of damage is caused by the body still being able to respond to exercise well, by maintaining an antioxidant balance in the body.