SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Gerak Lengan (Ekstremitas Superior) terhadap Tingkat Akurasi Servis Panjang Forehand Bulutangkis

Maestro Adi Jaya

Abstrak


ABSTRAK

 

Servis merupakan pukulan awal yang dapat menentukan jalannya permainan, salah satunya yaitu pukulan servis panjang forehand yang sering digunakan dalam permainan tunggal. Pukulan servis panjang forehand jika dilakukan dengan gerakan yang benar dapat memberikan keuntungan untuk memaksa lawan bergerak ke bidang belakang permainannya. Namun, jika dilakukan dengan gerakan salah dapat membuat shuttlecock keluar lapangan atau sebaliknya dapat memudahkan lawan melakukan smash cepat. Gerakan yang benar dapat dianalisis melalui aspek biomekanika yang terjadi pada tubuh terutama pada lengan (ekstremitas superior) yang berperan langsung terhadap terjadinya pukulan. Aspek biomekanika pada tubuh mempengaruhi hasil yang terjadi pada sebuah gerakan termasuk tingkat akurasinya. Oleh karena itu dilakukan suatu analisis pada aspek gerak lengan terhadap akurasi servis panjang forehand dalam kajian biomekanika.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut biomekanika lengan terhadap tingkat akurasi servis panjang forehand.Penelitian ini menggunakan metode survey analitik pada gerakan yang telah direkam menjadi video. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 orangatlet tim utama pria Badfed UM. Masing-masing orang melakukan 10 kali pemanasan servis panjangdan 10 kali gerakan tes. Target pukulan berupa bidang persegi berukuran 1 m2 diletakkan di belakang bidang permainan lawan dengan keterangan hasil masuk/tidak masuk. 10 gerakan tes direkam menggunakan 2 buah kamera DSLR yang berada tegak lurus bidang sagittal dan sejajar dengan sumbu mediolateral dari posisi subjek dengan jarak 4 dan 8 meter. Video gerakan dianalisis menggunakan program dartfish 7 dengan aspekbiomekanika berupa sudut bahu, sudut siku, sudut pergelangan tangan, sudut tembakan, tinggishuttlecock saat kontak, tinggi shuttlecock di udara dan jarak jatuhan shuttlecock. Aspek biomekanika tersebut akan dikaitkan dengan hasil akurasinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean tinggishuttlecock saat kontak 0.59 m, tinggi shuttlecock di udara 5.22 m, jarak jatuhan 8.47 m, sudut tembakan 46.5˚, sudut pergelangan tangan 49.3˚, sudut siku 139.6˚ dan sudut bahu 40.9˚ menunjukkan hasil pukulan masuk. Sudut siku tidak terlalu berpengaruh pada hasil pukulan. Sudut bahu, tembakan, pergelangan tangan berpengaruh pada ketinggian shuttlecock yang berpengaruh pada jarak akhir jatuhan shuttlecock. Dengan demikian menunjukkan bahwa aspek biomekanika berpengaruh pada hasil akurasi servis panjang forehand pada bulutangkis sehingga aspek biomekanika perlu diperhatikan oleh pelatih kepada atletnya.