SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Gerak Extremitas Superior dan Inferior Terhadap Passing Bawah Bolavoli Di Ekstrakurikuler SMA Negeri I Bululawang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan.

fajar wicaksono

Abstrak


ABSTRAK

 

Wicaksono, Fajar. 2013. Analisis Gerak Extremitas Superior dan Inferior Terhadap Passing Bawah Bolavoli Di Ekstrakurikuler SMA Negeri I Bululawang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Saichudin, M. Kes, (II) Dr. Slamet Raharjo, M.Or.

 

Kata Kunci: analisis, teknik, passing bawah, extremitas superior dan inferior

 

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah  analisis gerak keterampilan passing bawah dalam permainan bolavoli pada gerak extremitas superior dan inferion peserta ekstrakurikuler SMAN 1 Bululawang.

Penelitian ini merupakan penelitian model penelitian kuantitatif kualitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah 12 peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 1 Bululawang tahun 2017. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah analisis kinematik 3D. Teknik analisis data menggunakan sistem analisis perangkat lunak dartfish prosuite 7.

Hasil penelitian tentang kinerja gerak teknik passing bawah menunjukkan bahwa: (1) sudut kaki, sebagian besar sampel belum menunjukkan pergerakan yang efektif dan efisien memanfaatkan posisi lutut sedikit sebagai sikap persiapan berguna untuk mempermudah perpindahan pergerakan saat datangnya bola, (2) sudut lengan (elbow), masih ada 5 yang secara gerak keseluruhan saat melakukan passing bawah pada fase pelaksanaan masih terlalu terburu-buru untuk menerima bola sehingga perkenaan bola terlalu tinggi yang pada akhirnya pemantulan bola terlalu tinggi dan tidak bisa jatuh tepat pada target (3) sudut kecondongan badan secara keseluluhan masih banyak sampel yang sudut kecondongan badan tidak sesuai dengan teknik passing bawah dimana sudut kecondongan berguna untuk mangatur keseimbangan badan.

Gerakan passing bawah merupakan koordinasi bagian anggota gerak atas yang terdiri dari clavicula, scapula, humerus, ulna, carpal, metacarpal, dan phalanx. Sedangkan bagian anggota gerak bawah yang terlibat terdiri dari pelvis, femur, tibia, fibula, tarsal, metatarsal, dan tulang-tulang phalangs. Sehingga kedua bagian anggota gerak tersebut memerlukan koordinasi yang baik untuk bisa melakukan passing bawah dengan benar.

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut, sudut kecondongan badan yang hampir mendekati 45° belum tentu menghasilkan bola yang jatuh sesuai target serta perlunya sinkronisasi dalam passing antara gerak extremitas inferior yakni sudut kaki yang dibentuk, dengan extremitas superior yakni pada sudut lengan dan kecondongan badan agar passing bawah dapat terkontrol dengan baik.