SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

DAMPAK MAXIMUM PHYSICAL EXERCISE DENGAN DIET BOVINE COLOSTRUM TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR)

Bagus Ario Setiawan

Abstrak


ABSTRAK

 

RINGKASAN

 

Setiawan, Bagus Ario. 2017. Dampak Maximum Physical Exercise dengan Diet Bovine Colostrum terhadap Jumlah Leukosit pada Tikus Putih (Rattus norvegicus Strain Wistar). Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes., (II) Olivia Andiana, S.Or., M.Kes.

 

Kata kunci: Bovine Colostrum, Leukosit, Maximum Physical Exercise

 

Daya tahan tubuh adalah situasi atau kondisi tubuh yang mampu untuk bekerja dalam waktu yang lama, tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan setelah mengerjakan pekerjaan atau kegiatan olahraga. Tetapi seringkali seseorang mengabaikan tentang daya tahan tubuh dan baru ingat setelah dalam kondisi sakit. Maximum Physical Exercise (MPE) dapat meningkatkan ambilan oksigen pada sel otot yang aktif, yang akan mencapai maksimal saat penambahan beban kerja tidak mampu meningkatkan konsumsi oksigen, sehingga menimbulkan radikal bebas yang pada akhirnya dapat menyebabkan peningkatan jumlah leukosit. Dengan adanya tambahan bovine colostrum dalam maximum physical exercise, akan dapat mempengaruhi peningkatan ketahanan tubuh yang melawan radikal bebas dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak maximum physical exercise dengan diet bovine colostrum terhadap jumlah leukosit pada tikus putih (Rattus norvegicus Strain Wistar).

Penelitian ini adalah experimental laboratories, dengan rancangan random control group posttest-only design. Sampel penelitian yaitu tikus putih (Rattus norvegicus Strain Wistar) yang terdiri dari 21 tikus yang sudah  berumur sekitar 2 bulan dengan berat badan antara 100-150 gram. Hewan coba diperoleh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang yang sudah dijamin kesehatan dan legalitasnya. Pada sampel penelitian diberikan maximum physical exercise berupa berenang sekuat-kuatnya antara 15-60 detik per set latihan dan ditambahkan dengan diet bovine colostrum. Selanjutnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan analisis data dengan menggunakan uji Anova. Pengujian semua data menggunakan program komputer melalui operasional aplikasi Statistik Packet for Social Science (SPSS).

Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kelompok kontrol, kelompok MPE dan kelompok MPE dengan diet bovine colostrum tidak terdapat perbedaan yang signifikan jumlah leukosit sig. 0,282 atau (P>α), dengan α=0,05. Hal ini menunjukkan jumlah leukosit kedua sampel kelompok perlakuan antara kelompok perlakuan MPE yaitu (8940 sel/mm3) dan kelompok perlakuan MPE dengan diet bovine colostrum yaitu (9820 sel/mm3) masih berada dalam keadaan standar, meskipun keduanya hampir melebihi batas normal. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah perlu diadakan penelitian serupa dengan metode atau perlakuan yang berbeda baik dari olahraga yang dipilih atau dari sampel yang diteliti.