SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survei Perbandingan Kadar Malondialdehyde (MDA) pada Mahasiswa Penghobi Olahraga Bulutangkis Pagi Hari dan Malam Hari di Universitas Negeri Malang

Gosy Endra vigriawan

Abstrak


ABSTRAK

 

RINGKASAN

 

Vigriawan, Gosy Endra. 2017 Survei Perbandingan Kadar Malondialdehyde (MDA) pada Mahasiswa Penghobi Olahraga Bulutangkis Pagi Hari dan Malam Hari di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Slamet Raharjo, S.Pd, M.Or, (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes.

 

Kata Kunci: Malondialdehyde (MDA), Bulutangkis.

 

            Olahraga secara tidak langsung dapat menimbulkan radikal bebas. Olahraga bulutangkis adalah salah satu olahraga yang dapat meningkatkan dan menurunkan radikal bebas karena olahraga bulutangkis termasuk olahraga yang dominan menggunakan sistem energi anerobik, hal ini dapat memicu terjadi stres oksidatif apabila dilakukan dengan waktu dan frekuensi yang tidak tepat. Radikal bebas yang ditimbulkan dapat di lihat dengan kadar MDA pada darah. Namun banyak masyarakat belum mengetahui kadar MDA tertinggi di waktu pagi atau malam hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar MDA ketika melakukan olahraga bulutangkis pagi hari dan malam hari.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan menggunakan 10 sampel yang terbagi atas dua kelompok yaitu kelompok pagi 5 mahasiswa dan kelompok malam 5 mahasiswa yang berumur 19-23 tahun. Teknik pengambilan data menggunakan instrumen tes dan non tes. Data dikumpulkan dari hasil tes menggunakan peralatan medis dan peralatan laboratorium serta hasil analisis kuisioner. Data yang telah dikumpulkan dianalisa menggunakan program komputer Statistical Package of Special Science (SPSS) 22.0 for Windows.

Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA pada kelompok olahraga bulutangkis pagi memiliki rerata 452,833 (ng/ml) dan kadar MDA pada kelompok olahraga bulutangkis malam memiliki rerata 357,833 (ng/ml). Berdasarkan dari uji beda ANOVA dengan taraf signifikansi P< 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kadar MDA pada kelompok olahraga pagi dan kelompok olahraga malam yaitu sig. 0,000.

            Kesimpulan pada penelitian ini adalah olahraga bulutangkis yang dilakukan pagi hari memiliki radikal bebas dengan ditunjukannya kadar MDA yang lebih tinggi dibandingkan olahraga bulutangkis yang dilakukan malam hari. Disarankan kepada masyarakat bahwasanya olahraga yang baik olahraga yang dilakukan dengan memperhatikan frekuensi, intensitas, tipe, dan waktu latihan.