SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Olahraga dan Puasa terhadap IGF-1 pada Tikus Putih Jenis Wistar

Faizal Arif Rahman

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahman, Faizal Arif. 2017. Pengaruh Olahraga dan Puasa terhadap IGF-1 pada Tikus Putih Jenis Wistar. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugiharto, M.S, (II) dr.Rias Gesang Kinanti, M.Kes.          

 

Kata Kunci: Puasa, Puasa dan Olahraga, IGF-1

 

            Insulin Growth Factor-1 (IGF-1) merupakan indikator tingkat pertumbuhan dan berpengaruh terhadap fisiologis serta metabolisme energi, salah satunya dilakukan saat puasa dan olahraga, dengan puasa dan olahraga, cadangan glukosa akan menurun, kemudian akan mengaktifkan IGF-1 untuk memproduksi insulin, untuk tetap mempertahankan keseimbanagan energi, namun olahraga yang dilakukan dengan intensitas tinggi menjadi bad stressors yang menyebabkan rendahnya IGF-1, rendahnya IGF-1 merupakan salah satu penyebab terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tubuh, seperti short statur dan penurunan fungsi kognitif, yang dapat merusak sumber daya manusia dimasa yang akan datang, namun hal ini masih belum mendapat perhatian untuk dikaji.

            Tujuan penelitian untuk mengungkapkan pengaruh puasa dan puasa dengan olahraga moderat terhadap IGF-1. Metode penelitian menggunakan true exsperiment control group time series design, dengan menggunakan sampel hewan coba tikus putih jenis rattus norvegicus strain wistar, jenis kelamin jantan berusia 4 minggu berjumlah 84 ekor, yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kontrol, puasa dan puasa dengan olahraga moderat. Frekuensi olahraga adalah 3 kali/minggu selama 4 minggu. Perlakuan olahraga adalah lari diatas treadmil dengan kecepatan 14-16m/set, selama 4-30 menit, olahraga yang dilakukan pada jam 00.00-05.00 WIB, sedangkan puasa yang dilaksanakan selama 12 jam, dari 18.00-06.00 WIB. Pengukuran IGF-1 dilakukan dengan metode Enzime Linked immunosorbent Assay (ELISA), uji beda menggunakan uji beda anova dan uji trend, pada uji beda anova dengan taraf signifikasi 0.01.

            Berdasarkan uji beda anova dan uji trend terdapat perbedaan signifikan, pada uji beda anova terdapat perbedaan signifikan pada kelompok puasa minggu pertama, kedua, ketiga dan keempat dengan F=25,503 dan α=1% atau (P