SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survei Kadar Eritrosit pada Atlet Bulutangkis di Kota Batu dan Kota Malang

Agung Prasetyo

Abstrak


ABSTRAK

Prasetyo, Agung. 2013 Survei Kadar Eritrosit Pada Atlet Bulutangkis di Kota Batu dan Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Olivia Andiana. S.Or, M.Kes, (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes.

Kata Kunci: Eritrosit, Bulutangkis.

Olahraga bulutangkis di Indonesia telah menempatkan diri sebagai olahraga yang sangat populer di kalangan masyarakat, oleh karena prestasi yang dicapai dan mampu bersaing dengan Negara lain di dunia. Konsekuensi dari prestasi yang telah dicapai tersebut adalah setiap pemain dituntut untuk selalu meraih prestasi optimal. Proses pembinaan dalam olahraga tidak bisa dilakukan secara instan, semua konsep latihan yang tersusun baik harus seimbang dengan fungsi fisiologis dan kemampuan eritrosit mengedarkan oksigen keseluruh jaringan tubuh agar semua proses metabolisme dalam olahraga menjadi lebih baik dan seimbang.
 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar eritrosit atlet bulutangkis di Kota Batu dan Kota Malang. Populasi dan sampel penelitian ini adalah atlet bulutangkis kota batu dan malang berjumlah total 14 orang atlet yang berusia 15-20 tahun dan berjenis kelamin laki-laki.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan rancangan penelitian survei diskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu atlet bulutangkis di Kota Batu dan Kota Malang. Pengambilan darah dilakukan pada atlet bulutangkis tanpa adanya perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program statistik SPSS, dengan menggunakan uji anova.
Dari hasil statistik  menunjukan bahwa nilai rata-rata kadar eritrosit kelompok Kota Batu < Kota Malang, dan selanjutnya menurut data uji normalitas kadar eritrosit atlet bulutangkis kota batu dan kota malang menunjukan berdistribusi normal setelah itu dilanjutkan dengan uji homogenitas yang juga menunjukan  kada eritrosit homgen (p>α)  atau (sig.>α) dan selanjutnya dilakukan uji anova terlihat perbedaan kadar eritrosit antara atlet bulutangkis Kota Batu dan Kota Malang. Dari analisis statistik juga menunjukkan perbedaan pada atlet bulutangkis Kota Batu dan Kota Malang dengan hasil sig. 0,019 apabila (p