SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada wanita di kota malang

Eko Wahyu Ruwanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Ruwanto, Eko Wahyu. 2017. Hubungan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (1) Dr. Slamet Raharjo, S.Pd, M.Or, (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes.

 

Kata Kunci: Hipertensi, Aktifitas Fisik

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas normal dalam jangka waktu lama. Hipertensi diketahui banyak penyebabnya dan dibagi dalam beberapa kelompok. Hipertensi dikelompokkan dalam 2 kategori besar,yaitu hipertensi essensial (primer) dan sekunder. Pola  gaya hidup yang tidak sehat, aktifitas fisik rendah, tingginya konsumsi makanan tinggi energi dan lemak serta konsumsi alkohol diduga menjadi faktor resiko penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Banyak wanita terkena penyakit hipertensi karena perubahan gaya hidup dan kurangnya kebiasaan untuk melakukan aktifitas fisik atau berolahraga padahal hal tersebut dapat menstabilkan tekanan darah.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada wanita di kota Malang. Hal ini dilihat dari tekanan darah dan aktifitas fisik sehari-hari. Dalam penelitian ini dilakukan tensi untuk mengetahui tekanan darah dan aktifitas fisik sehari-hari di lihat dari angket.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian ini adalah wanita yang melakukan olahraga di Lapangan Rampal Kota Malang yang berjumlah 44 orang. Data di analisis menggunakan pearson product moment correlation.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tekanan darah pada wanita di Kota Malang sebagian besar kategori normotensi yaitu sebanyak 19 orang (43.18%). Sedangkan sisanya adalah kategori hipertensi (boderline) dan hipertensi berat, masing-masing sebanyak 16 orang (36.36%) dan 9 orang (20.46%).

Hasil korelasi aktifitas fisik dengan  hipertensi di Kota Malang adalah -0,698 atau korelasi negatif sempurna sebesar 0,698. Sehingga rhitung 0,698>rtabel 0,297 dengan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, hipotesis H0 ditolak dan hipotesis H1 diterima. Jadi, model korelasi untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dengan hipertensi pada wanita di Kota Malang signifikan. Penerimaan hipotesis H1 tersebut, dapat juga diartikan ada hubungan yang negatif dan signifikan antara aktifitas fisik dengan hipertensi pada wanita di Kota Malang. Dari penelitian ini, kami menyarankan para wanita untuk  memperhatikan pola makan dan aktifitas fisik mereka karena hipertensi sangat rentan pada wanita.