SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Hydrotherapy Terhadap Peningkatan Gerak SendiLutut Pada Anak Cerebral PalsySpastic Diplegia di YPAC Kota Malang

Himawan Artistiyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Artistiyanto,Himawan.2017. Pengaruh Hydrotherapy Terhadap Peningkatan Gerak Sendi Lutut Pada Anak Cerebral Palsy Spastic Diplegia di YPAC Kota Malang. Skripsi. Jurusan Ilmu Keolahragaan. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Slamet Raharjo, S.Pd, M.Or., (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes.

 

Kata kunci: cerebral palsy spastic diplegia, latihan hydrotherapy, gerak sendi.

Cerebral palsy (CP) merupakan kumpulan gejala kelainan perkembangan motorik dan postur tubuh yang disebabkan oleh gangguan perkembangan otak sejak dalam kandungan atau di masa kanak-kanak. Latihan hydrotherapy dapat mempengaruhi gerak pada sendi lutut, metode yang digunakan untuk anak CP saat ini yaitu latihan hydrotherapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh latihan hydrotherapy untuk peningkatan gerak sendi lutut anak Cerebral Palsy Spastic Diplegia.

Penelitian ini menggunakan metode single subject reasearch (SSR), model desain menggunakan A-B dan menggunakan satuan ukur skor. Subjek penelitian adalah anak Cerebral Palsy Spastic Diplegia siswa kelas XII SMALB YPAC Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Goneometer digunakan untuk mengukur sudut lutut atau panjang tungkai baik sebelum intervensi ataupun saat intervensi.

Pada baseline (A) dilakukan tes tanpa diberi perlakuan model latihan, tes dilakukan selama 4 sesi. Latihan hydrotherapy diberikan pada fase intervensi (B) dilakukan sebanyak8 sesi, hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan hydrotherapy untuk peningkatan gerak sendi anak CP. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan hasil yang diperoleh bahwa adanya peningkatan gerak pada sendi pada anak CP peneliti memberikan hydrotherapy sebagai fase intervensi.

Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh latihan hydrotherapy terhadap peningkatan gerak sendi. Hal ini dinyatakan dalam perhitungan presentase overlap fase baseline ke fase intrvensi sebesar 20% dan meningkat menjadi 80%. Perhitungan tersebut menyatakan intervensi memiliki pengaruh terhadap peningkatan target behavior, karena persentase overlap kaki kiri 42,5% dan kaki kanan 55%. Sehingga perlu diadakannya penelitian yang serupa dengan pengaruh latihan hydrotherapy untuk komponen kesegaran jasmani.