SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dampak Aktivitas Neurobik Terhadap Kecepatan Impuls Saraf Pada Cerebrum

M. NUR FAFA

Abstrak


Kata kunci : Neurobik, Kecepatan Impuls Saraf, Anak Usia Dini

 

Aktivitas olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dengan berolahraga tidak hanya membuat tubuh bugar dan sehat, dan diyakini dengan berolahraga mampu meningkatkan kemampuan otak membangun sel-sel yang baru. Otak manusia memiliki bermilyar-milyar neuron yang akan terus tumbuh bila sering digunakan. Sejumlah teori menyatakan bahwa sel otak akan terus tumbuh sampai usia berapapun, sehingga peluang untuk mengoptimalkan potensi otak sejak dini seolah tidak ada batasnya. Otak selalu beradaptasi terhadap lingkungan terlebih lagi hingga usia 2  tahun adalah masa peluang emas untuk mengoptimalkan fungsi dan jumlah sel pada anak-anak.

Otak memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena organ ini merupakan pusat pengendali berbagai aktivitas fisik maupun mental. Otak memiliki sistem komunikasi yang dapat bereaksi cepat dalam mengorganisasikan dan merencanakan respons terhadap informasi atau rangsangan yang masuk, pada anak-anak rangsang informasi yang masuk akan memicu suatu reaksi kimia dari neurotransmiter. Reaksi ini mendukung terjadinya proses plastisitas pada otak, sehingga kemampuan otak dapat ditingkatkan Namun seringkali juga informasi yang diterima otak tidak dapat diekspresikan kembali secara utuh, akibatnya ketidakmampuan untuk mengungkapkan apa yang telah dipelajari akan menimbulkan perasaan gagal dan stres, sehingga kemampuan belajar pada anak-anak berkurang. Bila terjadi, tentu prestasi yang akan didapat kian merosot dan perasaan gagal akan terus mendera. Karena itulah, otak perlu juga diajak beraerobik.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan sampel siswa sekolah dasar usia 6-8 tahun. Sampel dalam penelitian ini diambil dari SDN Tompokersan 3 Lumajang, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan tes kecepatan reaksi yang diukur berdasarkan lama waktu untuk merespon stimulus pada seluruh sampel yang diambil sebagai kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Hasil tes pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan hasil tes pada kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu bereaksi pada kelompok perlakuan sebesar 0.836 detik, sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata waktu yang diperoleh sebesar 1.729 detik.

Oleh karena itu untuk memaksimalkan fungsi otak perlu dilakukan suatu aktivitas yang menstimulus fungsi otak melalui aktivitas neurobik atau minimal berolahraga untuk meningkatkan asupan nutrisi pada otak.


Teks Penuh: DOC PDF