SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Teratur dan Tidak Teratur Terhadap Aktifitas SOD Serum Darah Pada Tikus Wistar

muchammad rif'at fawaid as'ad

Abstrak


Latihan merupakan aktivitasfisik yang dapat meningkatkan kesegaran jasmani dan menjaga kesehatan tubuh. Latihanjugamerupakan stressor dan diharapkan mampu menjadi stimulator agar terjadi peningkatan adaptasi pada tubuh, sehingga tubuh dapat berfungsi secara efektif dan efisien.Namun latihanjuga dapat meningkatkan produksi radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan. Latihan yang dilakukansecara teraturdiharapkan dapat meningkatkan antioksidan endogen (SOD). Latihan tidak teratur dapat menyebabkan terjadinya respon akut yang menyebabkan terjadinya peningkatan radikal bebas. Pada latihan yang tidak teratur terjadi proses adaptasi yang tidak sempurna, menyebabkan tidak terjadinya mekanisme coping dan stressorakan mengganggu proses homeostasis dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan latihan teratur dan tidak teratur terhadap aktifitas SOD serum darah.

Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus putih wistar berjumlah 15 ekor yang terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu latihan teratur, tidak teratur dan kontrol. Perlakuan berupa renang dengan beban 3% dari berat badan. Metode penelitian menggunakan Random Control Group Posttest-OnlyDesign, yang digunakan untuk membandingkan kelompok latihan teratur, tidak teratur dan kontrol. Latihan dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 8 minggu, waktu latihan dilakukan pada pukul 19.00-22.00 WIB. Kelompok latihan teratur melakukan latihan dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu, pada kelompok latihan tidak teratur dengan frekuensi yang tidak sama setiap minggunya. Pengukuran aktifitas SOD serum darah mengggunakan metode TBARS, sedangkan analisis data menggunakan uji Anava dan Tukey HSD dengan taraf signifikansi 0,01.

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata aktifitas SOD serum darah kelompok latihan teratur tertinggi yaitu sebesar 4.033 U/ml, kelompok latihan tidak teratur sebesar 3.533 U/ml, dan aktifitas SOD serum darah terendah yaitu kelompok kontrol sebesar 2.389 U/ml. Hasil uji Anava menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan teratur, tidak teratur dan kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 (P< 0,01). Hasil uji Tukey HSD menunjukkan bahwa kelompok latihan teratur tidak memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan dengan kelompok latihan tidak teratur dengan sig = 0,266 (P > 0,01).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan teratur dan tidak teratur berpengaruh terhadap aktifitas SOD serum darah. Peningkatan aktifitas SOD serum darah terjadi karena adanya adaptasi terhadap latihan yang diberikan. Frekuensi latihan menjadi faktor yang membedakan rata-rata aktifitas SOD serum darah kelompok latihan teratur dan tidak teratur meskipun perbedaannya tidak signifikan P> 0,01. Latihan tidak teratur lebih baik daripada tidak melakukan latihan dalam meningkatkan aktifitas SOD, namun latihan teratur lebih baik daripada latihan tidak teratur dalam meningkatkan aktifitas SOD serum darah.