SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Metode Sensory Integration Terhadap Keseimbangan Tubuh Anak Autisme Di SDLB Negeri Kedungkandang Kota Malang

yud panatta

Abstrak


ABSTRAK

 

Keseimbangan tubuh merupakan faktor penting yang terlibat pada proses kemajuan dan peningkatan pertumbuhan dan perkembangan anak terutama dalam melakukan aktifitas anak pada kegiatan sehari-hari. Keseimbangan pada anak juga nantinya akan sangat bermanfaat dalam memperkuat kemampuan anak dalam mengikuti berbagai aktifitas yang melibatkan aktifitas motorik. Kemampuan motorik anak autis tidak seperti anak pada umumnya, hal ini disebabkan adanya gangguan pada sistem syaraf pusat, oleh karena itu, anak autisme pada umumnya memiliki kecakapan motorik yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok anak sebayanya.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan metode sensory integration sensory integration terhadap keseimbangan tubuh anak autisme di SDLB Negeri Kedungkandang Kota Malang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan single subject reasearch (SSR) ,model desain menggunakan A-B-A dan menggunakan satuan ukur skor. Subjek penelitian adalah anak autisme kelas V SDLB Negeri Kedungkandang Kota Malang. Teknik pengumpulan data dengan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh latihan metode sensory integration sensory integration terhadap keseimbangan tubuh anak autisme. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan mean level pada setiap fasenya yaitu pada fasebaseline 1 (A-1) memiliki mean level 60,4%, fase intervensi (B) 69,71%, dan pada fasebaseline 2 (A-2) memiliki mean level yaitu 76,2%.

Hasil penelitian ini merekomendasikan latihan metode sensory integration dapat digunakan untuk melatih keseimbangan tubuh anak autisme. Diharapkan informasi dari hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian yang digunakan sebagai bahan rujukan untuk peneliti selanjutnya. Ada baiknya dilakukan penelitian pada subjek lain dengan memiliki karakteristik berbeda, metode yang berbeda dan instrumen yang berbeda.

 

Peneliti berikutnya dapat memberikan pelayan fisioterapi yang lebih menyeluruh yang disesuaikan dengan permasalahan yang dimiliki sampel. Peneliti berikutnya dapat menggunakan metode penelitian single subject research (SSR) dengan desain lain, sehingga dapat memberikan gambaran hasil penelitian yang lebih baik yang dapat melengkapi kekurangan penelitian yang penulis lakukan.