SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH RHYTHMIC BODY MOVEMENT (GERAK IRAMA) TERHADAP KESEIMBANGAN TUBUH ANAK TUNAGRAHITA DI SDLBN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Rensy Dwi Arumsari

Abstrak


ABSTRAK

 

KegiatanOlahraga tidak hanya untuk anak normal, tetapi anak yang berkebutuhan khusus (cacat) juga membutuhkan olahraga. Anak berkebutuhan khusus banyak mengalami masalah pada tahap perkembangan motorik dan gerak, khususnya pada anak tunagrahita. Anak tunagrahita adalah salah satu jenis anak yang memiliki hambatan pada perkembangannya. Tahap perkembangan merupakan salah satu fase yang pasti terlewati oleh seorang anak, salah satunya adalah perkembangan motorik kasar. Motorik kasar merupakan gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan atau desain Single Subject Research (SSR) metode A-B-A yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suatu perlakukan yang diberikan pada satu subjek dengan adanya fase baseline (1) intervensi dan baseline (2)Penelitian dengan Single Subject Research yaitu penelitian dengan subjek tunggal dengan prosedur penelitian menggunakan desain  eksperimen untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap perubahan tingkah laku secara kuantitatif, subjek yang ditelitianaktunagrahita sedang denganklasifikasi(IQ: 36-51),danmengalamigangguangerakmotorik.

Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan rhythmic body movement (gerak irama)dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan keseimbangan tubuh anak tunagrahita sedang (BL). Hal ini dibuktikan dengan peningkatan mean level pada setiap fasenya yaitu pada Pada fase baseline 1 (A-1) memiliki mean level 30,2%, fase intervensi (B) 47,29%, dan pada fase baseline 2 (A-2) memiliki mean level yaitu 51%.

 

Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa rhythmic body movement (gerak irama)dapat digunakan untuk melatih keseimbangan tubuh anak tunagrahita sedang.Saran bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan variabel lain dengan menggunakan metode SSR untuk anak tunagrahita. Dan adapun faktor yang perlu diperhatikan pada saat penelitian adalah faktor dari lingkungan harus menjadi perhatian khusus dalam proses aklimatisasi dan perlakuan, karena lingkungan merupakan salah satu faktor pemicu stres. Selain itu harus berupaya membuat anak selalu merasa senang untukmenghindari perasaan unmood pada anak.