SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengaruh bermain gobak sodor terhadap kelincahan siswa tuna rungu SMPLB-B Tunas Bangsa Malang

Ristu Yuniatun

Abstrak


ABSTRAK

 

Tuna rungu adalah salah satu klasifikasi anak yang dikategorikan luar biasa yang mempunyai kelainan dalam hal pendengarannya sehingga memberikan dampak negatif pada perkembangannya. Pada perkembangan anak, baik normal amupun anak berkebutuhan khusus harus memiliki komponen kebugaran jasmani yang baik. Terutama kelincahan, di SMLB-B Tunas Bangsa Malang dalam bidang olahraga ada masalah dalam kelincahannya. Tidak adanya guru khusus yang berlatar belakang pendidikan jasmani adaptif dan kurangnya variasi dalam pemberian materi pendidikan jasmani sehingga anak tuna rungu mudah bosan dan kurang tertarik untuk berolahraga. Salah satu cara untuk meningkatkan kelincahan maka peneliti memberikan perlakuan permainan tradisional gobak sodor yaitu permainan beregu yang menuntut ketangkasan menyentuh badan lawan dan menghindar dari kejaran lawan. Tujuan dari permainan tradisonal ini untuk mengetahui adakah pengaruh bermain gobak sodor terhadap kelincahan siswa tuna rungu SMLB-B Tunas Bangsa.

Penelitian dilakukan menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimental (eksperimental semu) dengan metode one group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan sebanyak 12 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat kelincahan adalah tes lari bolak balik (shuttle run) 4x10m. Saat melalukan pretest, subyek penelitian diberikan kesempatan melakukan tes shuttle run sebanyak 2 kali. Penilaian dilakukan atas waktu tercepat atau tersingkat. Subyek diberikan perlakuan permainan gobak sodor selama 8 minggu. Posttest dilakukan dengan prosedur yang sama dengan pretest. Setelah pretest dan posttest dilakukan, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan syarat melakukan uji normalitas dan uji homogenitas terlebih dahulu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian perlakuan bermain gobak sodor selama 8 minggu (posttest) memiliki nilai hitung yang lebih rendah yaitu 14,16 detik dan standar deviasi 1,094 dibandingkan sebelum pemberian perlakuan (pretest) yaitu 15,19 dan standar deviasi 1,098. Posttest dilakukan dengan prosedur yang sama dengan pretest.

 

Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan dari bermain gobak sodor terhadap kelincahan siswa Tuna Rungu SMPLB-B Tunas Bangsa Malang. Perlu diadakannya penelitian yang serupa dengan adanya pengendalian faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan.