SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL BERMAIN DAN KOMBINASI BERMAIN DENGAN MUSIK TERHADAP PENINGKATAN GERAK LOKOMOTOR ANAK TUNAGRAHITA DI SDLBN KEDUNGKANDANG MALANG

Muhammad Rusdi

Abstrak


ABSTRAK

 

Rusdi, Muhammad. 2017.Pengaruh Model Bermain dan Kombinasi Bermain dengan Musik terhadap Peningkatan Gerak Lokomotor Anak Tunagrahita Di SDLB N Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes., (II) Dr. Mahmud Yunus, M.Kes.

 

Kata kunci:model bermain, musik, gerak lokomotor, tunagrahita sedang.

Kegiatan olahraga tidak hanya diperuntukkan orang normal, tetapi anak yang berkebutuhan khusus (cacat) juga membutuhkan kegiatan olahraga.Namun pada kenyataannya masih banyak anggapan bahwa, anak berkebutuhan khusus tidak mungkin dapat melakukan kegiatan olahraga. Masih banyak masyarakat di Indonesia menganggap bahwa kecacatan dipandang secara negatif, anak yang berkebutuhan khusus dianggap tidak mampu melakukan kegiatan apa-apa termasuk berolahraga. Salah satu anak berkebutuhan khusus yaitu anak Tunagrahita anak yang mengalami gangguan pada mental dan perkembangan motoriknya. Pada perkembangan anak baik anak normal maupun anak berkebutuhan khusus harus dapat menguasi gerak lokomotor dengan baik, terutama gerak lari

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Model Bermain dan Kombinasi Bermain dengan Musik terhadap Peningkatan Gerak Lokomotor Anak Tunagrahita di SDLB NKedungkandang Malang.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan atau desain Single Subject Research (SSR) yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suatu perlakukan yang diberikan pada satu subjek. Penelitian dengan Single Subject Research yaitu penelitian dengan subjek tunggal dengan prosedur penelitian menggunakan desain  eksperimen untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap perubahan tingkah laku secara kuantitatif, subjek yang diteliti anak tunagrahita sedang  dengan klasifikasi (IQ : 36-51), dan juga mengalami gangguan gerak motorik.

Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh hasil pada fase baseline (A) kemampuan lokomotor berlari kedua yaitu 20% dan pada fase intervensi(B) kemampuan lokomotor berlari pada subjek model bermain  menunjukkan peningkatan maksimal pada nilai 40% sedangkan pada subjek kombinasi model bermain dengan musik mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada nilai maksimal 60%. Menunjukkan bahwa ada pengaruh intervensi terhadap target behaviorberarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.

 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan terdapat pengaruhmodel bermain dan kombinasi bermain dengan musik terhadap peningkatan gerak lokomotor anak tunagrahita di SDLB NKedungkandangMalang. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai variasi baru dalam melatih atau mengajar khususnya peningkatan gerak lari pada anak tunagrahita serta khususnya di SDLB N Kedungkandang Malang.