SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

LATIHAN LEMPAR TANGKAP BOLA PADA ANAK TUNADAKSA CEREBRAL PALSY TIPE DYSKENESIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAKAN KOORDINASI MATA-TANGAN

ari wibowo

Abstrak


 ABSTRAK

 

Wibowo, Ari. 2017. Latihan Lempar Tangkap Bola Pada Anak Cerebral Palsy tipeDyskenesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Koordinasi Mata-Tangan. DiYPAC Kota Malang tahun 2017. Skripsi. Jurusan Ilmu Keolahragaan. FakultasIlmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. SlametRaharjo, SPd. M.Or. pembimbing (II) Olivia Andiana, S.Or. M.Kes.

 

Kata Kunci: tunadaksa cerebral palsy tipe dyskenesia, lempar tangkap, koordinasigerak.

Cerebral Palsy tipe Dyskenesia pada umumnya ditandai dengan tidak adanyakontrol dan koordinasi gerak. Lebih lanjut dijelaskan cerebral palsy dyskenesiamerupakan gabungan dari hypertonia dan hypotonia yang berhubungan pada gerakandiluar kendali. Orang yang mengalami cerebral palsy dyskenesia memiliki masalahpada posisi tubuh untuk duduk dan berjalan, dan sering menunjukan gerakan diluarkendali. Kerusakan terjadi pada extra pyramidal motor system atau pyramidal tractsampai ke ganglia basa. Kondisi tersebut membuat anak sulit mengendalikan gerakankoordinasi. Penelitian ini mengguanakan jenis penelitian tindakan olahraga denganmenggunakan model permaianan lempar tangkap bola.

Desain penelitian ini mengguanakan single sampel research (SSR), modeldesain menggunakan A-B dan satuan ukur menggunakan skor. Subjek penelitianadalah anak cerebral palsy tipe dyskinesia di YPAC Kota Malang. Analisis yangdigunakan adalah analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi.

Hasil penelitian menunjukan adanaya pengaruh permainan lempar tangkapbola terhadap peningkatan koordinasi gerak. Skor pada kondisi baseline = 0%sedangkan pada kondisi 57,1% dan persentase overlap = 0% secara keseluruhanpeningkatan kemampuan koordinasi gerak mata-tangan mendapat persentase = 0,5%dari 100%.

Dengan kondisi tersebut maka sangat jelas bahwa anak cerebral palsy tipedyskinesia sangat kesulitan mengendalikan gerakan secara efektif terutama gerakankoordinasi. Dengan dilakukanya penelitian ini dan hasil yang telah diperoleh,diharapkan anak tersebut dapat mengendalikan gerakan-gerakan yang muncul secaratiba-tiba dengan efektif. Sangat sulit bagi anak yang mengalami cerebral palsy tipedyeskenesia untuk melakukan aktivitas sehari-hari karena gangguan gerakan yangdialmi sehingga sangat perlu untuk menguayakan pembinaan fisik bagi anak tersebut.