SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Korelasi Obesitas Sentral dan VO2 Makspada Pria di Kota Malang

Sofyan Noor

Abstrak


ABSTRAK

 

Noor, Sofyan. 2017. Korelasi Obesitas Sentral dan VO2 Makspada Pria di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) dr.Rias Gesang Kinanti, M.Kes, (II) Olivia Andiana, S. Or, M. Kes.

 

Kata Kunci: Obesitas Sentral, VO2 maks.

 

Obesitas sentral merupakan penumpukan lemak di dalam tubuh bagian perut. Pada umumnya penumpukan lemak pada perut terjadi pada usia dewasa karena lemak tubuh menumpuk pada usia 30 tahun akibat menurunnya metabolisme tubuh. Namun akumulasi lemak yang abnormal atau berlebihan akan menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan karena jaringan adiposa bukan hanya sebagai organ penyimpan trigliserida, tetapi juga sebagai penghasil zat bioaktif yaitu leptin yang akan mempengaruhi fisiologi yang ada di dalam tubuh termasuk sistem kardiovaskular.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahuiVO2 maks pria obesitas sentral di kota Malang. Mengetahui korelasi obesitas sentral dengan VO2 maks.

Penelitian ini merupakan penelitian survei kemudian dilakukan analisis korelasi antara fenomena atau antara faktor resiko dan faktor efek dengan rancangancross sectional. Jumlah responden berjumlah 68 orang yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pria berusia 30-39 tahun, mengalami obesitas sentral, bersedia menjadi responden, dan lolos dalam screening tes kebugaran melalui pengisian Part-Q & You Test (Physical Activity Readiness Questionnaire & You).Kriteria yang digunakan dalam pengukuran obesitas sentral yaitu memiliki lingkar pinggang lebih dari 90 cm yang diukur diantara tulang rusuk paling bawah atau costa XIIdengan crista iliaca dengan pita ukur dan atau memiliki Waist Height Ratio (WHR) lebih dari 0,5 yang didapat dari hasil bagi antara lingkar pinggang dengan tinggi badan, sedangkan pengukuran tingkat kebugaran jasmani menggunakan Bench Step test. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program statistik SPSS 19, dengan menggunakan uji korelasi Pearson.

Dari hasil analisis statistik deskriptif rata–rata VO2 maks responden yaitu 41,95 ml/Kg/min termasuk dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearsonterdapat hubungan (r = -0,462) yang menunjukkan terdapat korelasi berlawanan lingkar pinggang dengan VO2 maks dengan tingkat cukup.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: (1) Rata-rata hasil VO2 maks pria obesitas sentral di kota Malang adalah 41.95 ml/Kg/min yang termasuk dalam kategori tingkat kebugaran jasmani cukup.(2) Terdapat hubungan negatif yangs cukup antara obesitas sentral dengan VO2 makspria dikota Malang.