SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Gerak Overhead Lob (Forehand) terhadap Ketepatan Lob Atlet Bulutangkis Usia 11-13 Tahun di PB Ganesha Batu

Yusuf Fakhrul Arifin

Abstrak


ABSTRAK

Arifin, Yusuf, Fakhrul. 2017. Analisis Gerak Overhead Lob (Forehand) terhadap Ketepatan Lob Atlet Bulutangkis Usia 11-13 Tahun di PB Ganesha Batu. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes., (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes.

Kata kunci: analisis, overhead lob (forehand), dartfish, bulutangkis

Pukulan overhead lob merupakan teknik dasar yang sangat  penting untuk mengendalikan permainan bulutangkis, serta sangat baik untuk mempersiapkan serangan atau untuk membenahi posisi sulit  saat mendapat tekanan dari lawan. Teknik dasar lob ini sering digunakan dalam permainan bulutangkis maka dari itu perlu adanya penguasaan teknik dasar lob dengan baik, namun ternyata masih adaatlet yang tidak mampu menguasai teknik pukulan lob forehand dengan baik yang disebabkan olehgerakan yang salah. Kesalahan gerak pada atlet pada umumnya kurang memperhatikan keefektifan dan koordinasi gerak. Oleh karena itu dilakukan suatu analisis pada aspek gerak terhadap ketepatan pukulan ovehead lob (forehand).

Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan menggunakan penelitian kuantitatif-kualitatif. Dilakukan pada atlet bulutangkis PB Ganesha Kota Batu usia 11-13 tahun yang terdiri dari 13 atlet dengan kualifikasi yang telah ditentukan.

Pengumpulan data dilakukan dengan tes overhead lob (forehand) ketigabelasobjek secara berurutan dengan repetisi sebanyak tiga kali. Setelah data terkumpul dilakukan proses analisis dengan dibantu program dartfish dan dihitung sesuai dengan instrumen yang telah tersedia. Aspek dalam instrumen tersebut yakni nama atlet, posisi tubuh, gerakan, sudut lambung bola, jarak, kecepatan awal shuttlecock, serta keterangan ketepatan pukulan dengan kategori baik, cukup, dan kurang. Kemudian data akan dilampirkan dalam bentuk gambar beserta penjelasannya.

Hasil analisis menunjukkan bahwa gerakan overhead lob forehand sering terjadi kesalahan gerak pada lengan tangan saat mengayun serta sudut lambung bola yang terlalu tinggi dan juga terlalu rendah yang mengakibatkan pukulan tidak tepat pada sasaran yakni kotak belakang permainan. Adapun faktor yang mempengaruhi hasil ketepatan pukulan yakni postur tubuh dan panjang lengan. Dari ketigabelas objek gerakan overhead lob yang baik dan benar sesuai dengan prinsip biomekanika yakni objek dengan nomer urut tigabelas. Pada Objek nomer urut tigabelas saat melakukan pukulan overhead lob dari tiga percobaan, menghasilkan sudut kaki sebesar 142,1°- 144,2 °. Sudut lengan relatif sama pada percobaan pertama dan kedua sebesar 162,3°-166,6°, sedangkan pada percobaan ketiga sudut lengan  sedikit miring dengan sudut 147,7°. Sudut lambung bola relatif sama dari tiga percobaan sebesar 20,0°- 23,8°.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan bahwa perlu adanya pemfokusan pada aspek gerakan untuk menghasilkan pukulan overhead lob (forehand) yang efektif dan efisien, sehingga dapat melakukan pukulan dengan baik dan benar.