SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH CIRCUIT TRAININGTERHADAP PENINGKATAN VO2MAXPADA PEMAIN FUTSAL MAHASISWA JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Tri Sutrisno

Abstrak


ABSTRAK

 

Sutrisno, Tri. 2017. Pengaruh Circuit Training terhadap Peningkatan VO2 Max pada Pemain Futsal Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan 2014 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sapto Adi, M.Kes., (II) Dr. Saichudin, M.Kes.

 

Kata Kunci : circuit training, VO2 max, futsal.

Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing tim beranggotakan lima orang dengan tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan. Pemain futsal dituntut selalu bergerak sampai waktu tanding atau latihan selesai, oleh sebab itu dibutuhkan daya tahan yang baik saat melakukan pertandingan atau pun latihan. VO2 max merupakan suatu indikator yang baik dari capaian daya tahan aerobik. Individu yang terlatih dengan VO2 max yang lebih tinggi akan cenderung dapat melaksanakan lebih baik di dalam aktivitas daya tahan dibanding dengan orang-orang yang mempunyai VO2 max lebih rendah untuk aktivitas daya tahan aerobik. Pada pemain futsal Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan 2014 Universitas Negeri Malang masih memiliki daya tahan aerobik yang kurang baik, hal itu diketahui pada saat peneliti melakukan pengamatan awal, akibatnya  dalam setiap permainan yang sudah dilaksanakan para pemain  terlalu cepat mengalami kelelahan, Ini menunjukkan bahwa daya tahan VO2 max para pemain futsal Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan 2014 Universitas Negeri Malang masih jauh dari kategori baik. Untuk menunjang atlet atau pemain futsal memiliki kemampuan fisik yang baik terutama pada daya tahan VO2 max, perlu adanya latihan khusus untuk meningkatkan konsumsi oksigen maksimal (VO2 max), salah satunya dengan menggunakan circuit training yang secara teori dapat meningkatkan VO2 max. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh circuit training terhadap peningkatan VO2 max pada pemain futsal mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan 2014 Universitas Negeri Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa rancangan quasi exsperimental design yaitu Nonequivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ada 24 pemain futsal Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Angkatan 2014 Universitas Negeri Malang, yang di bagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok eksperimen 12 mahasiswa dan kelompok kontrol 12 mahasiswa. Proses pengambilan data pretest dan posttest menggunakan multy stage fitness.

Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan uji anova menggunakan SPSS seri 22.0. Berdasarkan dari hasil analisis SPSS uji anova  didapatkan kelompok kontrol 0,317 > 0,05 yang artinya tidak ada pengaruh (tidak signifikan) dan probability eksperimen = 0,011 < 0,05 (signifikan). Dari hasil tersebut menunjukkan p eksperimen < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan memiliki arti bahwa adanya pengaruh.

Berdasarkan dari analisis SPSS yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian circuit training terhadap peningkatan VO2 max pada pemain futsal Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan 2014 Universitas Negeri Malang. kelompok eksperimen memberikan hasil peningkatan yaitu 5,85%, sedang kelompok kontrol mengalami penurunan -2,22%. Dengan demikian penelitian ini dapat dijadikan refrensi untuk para pemain futsal Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Angkatan 2014 Universitas Negeri Malang sebagai latihan untuk melatih daya tahan VO2 max.