SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Intensitas Moderat dan Intensitas Exhaust terhadap Adaptasi Kadar Imunoglobulin-G (IgG) Darah Tikus Wistar

mardatillatul aroziah

Abstrak


ABSTRAK

 

Aroziah, Mardatillatul. 2015. Pengaruh Latihan Intensitas Moderat dan Intensitas Exhaust terhadap Adaptasi Kadar Imunoglobulin-G (IgG) Darah Tikus Wistar. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugiharto M.S., (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes.

 

Kata kunci:  latihan moderat, latihan exhaust, Imunoglobulin G (IgG)

Latihan fisik dapat menjaga bahkan meningkatkan kebugaran tubuh sehingga dapat meningkatkan angka harapan hidup, namun latihan fisik juga dapat menyebabkan penurunan kebugaran tubuh seperti terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Selama ini masyarakat hanya memandang kebugaran tubuh melalui indikator fisik saja. Padahal kerusakan pada tingkat sistemik, organel hingga seluler dapat terjadi pada fisik yang tampak bugar. Sehingga penelitian ini ingin mengungkap pengaruh latihan intensitas moderat dan intensitas exhaust pada salah satu komponen sistem imun hormonal yakni Imunoglobulin-G (IgG) yang dijadikan sebagai indikator kebugaran tubuh. Setelah mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan intensitas moderat dan intensitas exhaust diharapakan masyarakat tidak lagi menjadikan indikator fisik sebagai tolok ukur kebugaran tubuh.

Penelitian ini menggunakan experimental labolatories dengan rancangan penelitian randomized control group postes-only design. Sampel yang digunakan adalah tikus putih jenis rattus norvegicus wistar berjenis kelamin jantan, sebanyak tiga puluh ekor tikus yang dibagi kedalam tiga kelompok (K1, K2 dan K3) secara acak berdasarkan berat badan. K1 dan K2 merupakan kelompok perlakuan, yakni berupa swimming stress, sedangkan K3 merupakan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Setelah perlakuan selama sebelas minggu, sampel darah tikus diambil dari jantung dan dianalisis dengan menggunakan metode sandwich ELISA-Kit. Data tersebut kemudian diuji statistik dengan program SPSS 16. Hasilnya, rata-rata kadar IgG tertinggi ada pada kelompok moderat, yakni 493,38 ng/ml, dilanjutkan dengan kelompok kontrol sebesar 312,70 ng/ml, dan rata-rata kadar IgG terendah adalah kelompok exhaust, yakni 177,20 ng/ml.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian yakni, pertama, terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar IgG antara kelompok kontrol dan kelompok exhaust. Kesimpulan kedua, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar IgG antara kelompok kontrol dan kelompok moderat, dan kesimpulan ketiga, terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar IgG antara kelompok exhaust dan kelompok moderat.

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan latihan fisik yang dilakukan dengan intensitas moderat lebih efektif dalam meningkatkan fungsi sistem imun sehingga dapat menekan resiko terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).