SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Respon Latihan Renang Intensitas Moderat Pagi dan Malam Hari terhadap Peningkatan Hormon Kortisol pada Rattus norvegicus Strain Wistar

moh taufiq efendi

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Ritme sirkadian berperan pada fungsi kerja organ tubuh dalam sekresi hormon selama proses metabolisme tubuh. Pada keadaan normal sekresi hormon kortisol selama metabolisme energi pada waktu pagi hari lebih tinggi dibandingkan pada saat malam hari ketika menjelang waktu istirahat. Hormon kortisol berperan dalam menjalankan mekanisme glukoneogenesis untuk menyusun energi dan membantu kerja metabolisme tubuh lainnya. Namun karena adanya pengaruh stress fisik sekresi hormon kortisol dapat berlawanan dengan ritme sirkadian tubuh manusia. Atas dasar itu maka tujuan penelitian ini akan mengungkap respon latihan berupa renang dengan intensitas moderat pagi dan malam hari terhadap hormon kortisol pada Rattus novergicus strain wistar.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian random control group posttest-only design dengan 3 kelompok yaitu kelompok pertama perlakuan latihan fisik berupa renang dengan intensitas moderat pada waktu pagi hari, kelompok kedua perlakuan latihan fisik berupa renang dengan intensitas moderat pada waktu malam hari dan kelompok ketiga adalah kontrol sebagai pembanding. Sampel penelitian adalah tikus putih (rattus norvegicus strain wistar) sebanyak 18 ekor.

Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan darah dari jantung tikus, selanjutnya darah dianalisis dengan menggunakan uji ELISA untuk mengetahui kadar hormon kortisol. Hasil laboratorium kadar hormon kortisol dianalisis dengan uji statistika menggunakan uji-anava satu arah dengan taraf signifikansi alfa 0.05.

Uji statstika anava menghasilkan nilai rerata kelompok perlakuan lebih tinggi dengan kelompok perlakuan pertama memiliki nilai mean 63,17 ng/mL dan kelompok perlakuan kedua memiliki nilai mean 104,38 ng/mL, sedangkan kelompok kontrol dengan nilai mean 40,9 ng/mL. Hasil menunjukan bahwa latihan yang dilakukan dapat mempengaruhi perubahan hormon kortisol dengan perubahan tertinggi dialami oleh kelompok perlakuan pada pagi hari oleh tikus. jadi dapat disimpulkan bahwa latihan pada malam hari pada manusia lebih beresiko terjadinya stres ditandai dengan tingginya hormon kortisol.