SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani dengan Motivasi Belajar Siswa di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang

Eko Budiyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Budiyanto, Eko. 2009. Hubungan Antara Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani dengan Motivasi Belajar Siswa di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani, Motivasi Belajar

 

Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematis dalam kerangka sistem pendidikan nasional.

Pada hakekatnya dalam suatu proses pembelajaran seorang siswa memerlukan adanya dorongan agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan prestasi yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang maksimal, tentunya perlu diperhatikan berbagai faktor yang dapat membangkitkan siswa untuk belajar lebih giat lagi. Besarnya dorongan atau motivasi setiap siswa dalam belajar juga berbeda-beda, tinggi-rendahnya motivasi siswa tergantung pada faktor intrinsik yaitu siswa itu sendiri, maupun ekstrinsik yaitu bisa dengan adanya sarana dan prasarana yang baik dan lengkap.

Sarana dan prasarana merupakan masalah yang esensial dalam pendidikan, maka dalam pembaharuan pendidikan kita harus pula upayakan pengadaan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mulai dari gedung  sampai kepada masalah yang paling dominan yaitu alat-alat praktek yang dapat membantu proses belajar mengajar.

Dari hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan oleh peneliti, sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang ada di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang sangat kurang mendukung untuk melakukan proses pembelajaran dengan baik. Sedangkan antusiasme siswa dalam belajar pendidikan jasmani juga kurang.

Berdasarkan permasalahan diatas maka rumusan dalam penelitian ini adalah: (1)Bagaimana sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang ada di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang? (2)Bagaimana motivasi belajar siswa dalam pendidikan jasmani di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang? (3)Adakah hubungan antara sarana dan prasarana pedidikan jasmani dengan motivasi belajar siswa di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang?

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: (1)Untuk mengetahui bagaimana sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang ada di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang. (2)Untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar siswa dalam pendidikan jasmani di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang. (3)Untuk mengetahui hubungan antara sarana dan prasarana pedidikan jasmani dengan motivasi belajar siswa di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan korelasional, dan intrumennya berupa angket dengan tambahan observasi dan dokomentasi. Pengambilan sampel 10% dari jumlah populasi 299 menjadi 30 siswa. Penelitian dilaksanakan mulai bulan november sampai dengan bulan desember 2009.

            Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)Sarana dan prasarana pendidikan jasmani tergolong dalam keadaan cukup yaitu (53,33%). (2)Motivasi belajar siswa dalam pendidikan jasmani tergolong cukup yaitu (50,00%). (3)Perhitungan melalui analisis korelasional dengan rumus product moment sarana dan prasarana pendidikan jasmani mempunyai hubungan dengan motivasi belajar siswa, ini terbukti dari hasil yang di peroleh dari hasil pengujian hipotesis dengan cara membandingkan besarnya ”rxy” dengan tabel product moment. Jika r hitung > r tabel, maka ada hubungan. Dengan banyaknya kasus 30 diperoleh r tabel pada taraf 5% signifikan sebesar 0,361 sedangkan pada taraf 1% diperoleh r tabel sebesar 0,463. Ternyata rxy = 0,606 > r tabel (yang besarnya 0,361 dan 0,463).

            Berdasarkan hasil penelitian uraian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sarana dan prasarana pendidikan jasmani tergolong dalam keadaan cukup dan motivasi belajar siswa tergolong cukup, dengan perhitungan analisis korelasional maka di peroleh 0,606 artinya ada hubungan antara sarana dan prasarana pendidikan jasmani dengan motivasi belajar siswa di SMAN Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Oleh karena itu peneliti menyarankan agar sarana dan prasarana pendidikan jasmani dapat ditingkatkan. Karena dengan sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang baik maka akan dapat memotivasi siswa lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh lagi dalam belajarnya.