SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI GANGGUAN KESEHATAN DAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI KEDUNGRINGIN III KECAMATAN BEJI KABUPATEN PASURUAN

Nur Huda Romadhoni

Abstrak


ABSTRAK

 

Romadhoni, Nur Huda. 2015. Studi Gangguan Kesehatan dan Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar Negeri Kedungringin III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M.Kes, (II) dr. Rias Gesang K, M.Kes.

 

Kata Kunci: Gangguan Kesehatan dan Tingkat Kesegaran Jasmani.

Siswa sekolah dasar merupakan anak tunas bangsa yang sedang tumbuh dan berkembang sehingga menjadi harapan sebagai generasi penerus bangsa dimasa yang akan datang. Dalam periode siswa sekolah dasar banyak ditemui gangguan kesehatan yang dapat menentukan kualitasnya dikemudian hari. Gangguan kesehatan siswa sekolah dasar ada beberapa macam meliputi gangguan kesehatan umum, gangguan perkembangan, gangguan perilaku, dan gangguan belajar. Gangguan kesehatan umum yang ditemui ada disentri, ISPA, gondongan, dan cacar air.

Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui frekuensi gangguan kesehatan, (2) mengetahui tingkat kesegaran jasmani. (3) mengetahui hubungan gangguan kesehatan dan tingkat kesegaran jasmani siswa di SDN Kedungringin III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.

Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif deskriptif dengan teknik survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan tes kesegaran jasmani Harvard Step Up Tes Tinggi Ergonomik. Subyek ada 64 siswa, yang terdiri atas 29 siswa laki-laki dan 35 siswa perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan untuk (1) frekuensi gangguan kesehatan ISPA ada 60 (48%), disentri ada 58 (46%), gondongan ada 5 (4%), dan cacar air ada 2 (2%), (2) Tingkat kesegaran jasmani, kategori cukup ada 44 (69%) siswa dan kategori baik ada 20 (31%) siswa, (3) gangguan kesehatan dan tingkat kesegaran jasmani, sebagai berikut : (a) ISPA dan disentri ada 50 siswa (78%) dengan tingkat kesegaran jasmani cukup ada 35 siswa dan tingkat kesegaran jasmani baik 15 siswa, (b) ISPA ada 4 siswa (6%) dengan tingkat kesegaran jasmani cukup, (c) disentri ada 3 siswa (5%) dengan tingkat kesegaran jasmani cukup ada 2 siswa dan tingkat kesegaran jasmani baik ada 1 siswa, (d) ISPA dan gondongan ada 2 siswa (3%) dengan tingkat kesegaran jasmani cukup 1 siswa dan tingkat kesegaran jasmani baik ada 1 siswa, (e) disentri, ISPA, dan gondongan ada 2 siswa (3%) dengan tingkat kesegaran jasmani cukup ada 1 siswa dan tingkat kesegaran jasmani baik ada 1 siswa, (f) disentri, ISPA, dan cacar air ada 2 siswa (3%) dengan tingkat kesegaran jasmani baik, (h) disentri dan gondongan ada 1 siswa (2%) dengan tingkat kesegaran jasmani cukup.

Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut: (1) frekuensi gangguan kesehatan yang paling sering terjadi adalah ISPA ada 60 (48%), (2) tingkat kesegaran jasmani paling banyak masuk dalam kategori cukup 44 (69%), (3) gangguan kesehatan dan tingkat kesegaran jasmani yang paling banyak adalah gangguan kesehatan ISPA dan disenrti ada 50 (78%) dengan tingkat kesegaranjasmani cukup ada 35 (55%) siswa dan tingkat kesegaran jasmani baik ada 15 siswa (23,4%).