SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tingkat VO2 max Pada Divisi Olahraga Arus Deras Mahasiswa Pecinta Alam Jonggring Salaka Universitas Negeri Malang

Hadiono .

Abstrak


ABSTRAK

 

Hadiono. 2015. Studi Tingkat VO2 max Pada Divisi Olahraga Arus Deras Mahasiswa  Pecinta Alam Jonggring Salaka Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra.Sulistyorini,M.Pd (II)   Usman Wahyudi,S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci : Studi Kasus, VO2 max perokok, VO2 max bukan perokok.

Salah satu cara untuk menilai kebugaran seseorang dalam melakukan aktifitas fisik adalah dengan mengukur VO2 max. VO2 max merupakan jumlah maksimum oksigen dalam milliliter yang dapat digunakan dalam satu menit per kilogram berat badan. Orang yang kebugarannya baik akan mempunyai nilai VO2 max yang tinggi. Salah satu penyebab menurunnya tingkat VO2 max seseorang adalah karena pengaruh rokok. Menurut pengamatan dan hasil angket yang dilakukan dalam penelitian ini, banyak ditemukan anggota divisi olahraga arus deras MPA Jonggring Salaka yang perokok. Hal ini ditakutkan akan menurunkan prestasi dan kebugaran dari anggota divisi olahraga arus deras tersebut. Berdasarkan latar belakang diatas penulis merasa perlu untuk melaksanakan penelitian “ Studi Tingkat VO2 max Pada Divisi Olahraga Arus Deras MPA Jonggring Salaka Universitas Negeri Malang”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan tingkat VO2 max antara anggota yang perokok dengan yang tidak perokok. Prosedur penelitian ini menggunakan penelitian survei. Instrumen yang digunakan adalah tes Multistage. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah anggota divisi olahraga arus deras MPA Jonggring Salaka Universitas Negeri Malang yang berjumlah 36 orang.

Dari hasil uji t diketahui bahwa t hitung ≥ t tabel  yaitu 4,891 ≥  -2,228, jadi ada perbandingan nilai VO2 max antara anggota perokok dengan tidak perokok dan dari hasil uji t juga menunjukkan bahwa hipotesa diterima bahwa nilai VO2 max anggota yang tidak perokok lebih tinggi dari pada anggota perokok. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara nilai VO2 max anggota yang perokok dengan yang tidak perokok dan nilai VO2 max anggota yang tidak perokok lebih tinggi dari pada anggota perokok. Adapun saran dari peneliti, agar divisi olahraga arus deras MPA Jonggring Salaka lebih meningkatkan latihan untuk peningkatkan VO2 max anggotanya serta hasil penelitian ini bisa dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.