SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

2014. Pengaruh Latihan Moderat dan Exhaustion Terhadap Kadar Hormon Leptin Dalam Plasma Darah

SAMSUL MU'ARIF

Abstrak


ABSTRAK

 

Gaya hidup pasiv merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka obesitas yang ditandai oleh peningkatan kadar hormon leptin dalam plasma darah, sedangkan obesitas merupakan pemicu munculnya berbagai penyakit degeneratif. Obesitas secara genetik dapat diturunkan, namun rendahnya status metabolisme tubuh karena kurangnya aktivitas fisik juga mengakibatkan peningkatan simpanan lemak tubuh. Aktivitas fisik (latihan) yang dilakukan dengan penataan dosis latihan yang tepat dapat berperan sebagai upaya preventif dari obesitas, sebab akan menginduksi teraktivasinya AMPK sebagai akibat dari kerja hormon leptin. Namun tidak selamanya latihan memiliki efek baik terhadap status metabolisme, karena latihan menimbulkan stressor yang dapat mengakibatkan gangguan homeostatis dan justru akan mengganggu kondisi metabolik, sehingga perlu difahami efek latihan dari konsep neurohormonal yang mampu berpengaruh secara sistemik terhadap tubuh dalam upaya peningkatan derajat kesehatan.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh latihan moderat dan latihan exhaustion terhadap kadar hormon leptin dalam plasma darah, metode penelitian yang digunakan adalah Random Control Group Posttest-Only Design dengan binatang coba tikus wistar jantan sejumlah 39 ekor. Pembagian kelompok menggunakan teknik “matching” berdasarkan berat badan dan terbagi menjadi tiga kelompok perlakuan, yakni kelompok kontrol, latihan renang intensitas moderat dan latihan renang intensitas exhaustion (sangat melelahkan). Latihan dilakukan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali/minggu, 4 set/latihan dengan total durasi latihan 60 menit yang dilakukan secara interval. Intensitas latihan berdasarkan berat badan (BB), kelompok moderat menggunakan beban latihan 5% dari berat badan, sedangkan latihan exhaustion dengan penambahan beban latihan 15% dari berat badan. Pengumpulan data dilakukan melalui plasma darah yang dianalisis menggunakan metode ELISA (Enzime Linked Immunosurbent-Essay). Teknik analisis data menggunakan uji anava dan uji beda Tukey HSD dengan taraf signifikansi 0,01.

Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kadar hormon leptin pada kontrol, latihan moderat dan latihan exhaustion (P