SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Olahraga Moderat dan Exhaust Terhadap Ekspresi Hormon Kortisol

M. SAMI'UL FAUZI

Abstrak


ABSTRAK

 

Fauzi, M. Sami’ul. 2014. Pengaruh Olahraga Moderat dan Exhaust Terhadap Ekspresi Hormon Kortisol. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Sugiharto, M.S (II) dr. RiasGesang K., M.Kes.

Kata Kunci: eksperimen, latihan moderat, latihan exhaust, kortisol

Olahraga dapat menyebabkan stres, akan tetapi stres yang terjadi dapat dikondisikan menjadi stres yang positif. Stres yang terjadi ditandai dengan peningkatan hormon kortisol. Peningkatan kortisol sangat ditentukan oleh tingginya intensitas dan durasi latihan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan intensitas moderat dan exhaust (sangat melelahkan) terhadap kortisol dengan menggunakan binatang coba tikus putih strain wistarberjumlah 21 ekor yang terbagi menjadi 3 kelompok, yakni kontrol, olahraga moderat dan olahraga exhaust. Perlakuan berupa latihan renang. Metode penelitian menggunakan Random Control Group Posttest-Only Design, yang digunakan untuk membandingkan kelompok kontrol, kelompok moderat (5% total berat badan), dan kelompok exhaust(15% total berat badan). Latihan dilakukan 3 kali semingguselama 8 minggu, waktu latihan dilakukan pada malam hari. Pengukuran kadar kotisol dilakukan dengan metode ELISA, sedangkan analisis data menggunakan uji beda anava dengan taraf signifikansi 0,01.

Berdasarkan hasil analisis data, diartikan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan moderat dan exhaust. Namun bila  dilihat dari kecenderungannilairerata kadar kortisol kelompok moderat 1239 pg/mL dan rerata kelompok exhaust1370,56 pg/mL terjadi kecenderungan kenaikan kortisol pada kelompok exhaust dibandingkan dengan kelompok moderat.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan moderat dan exhaust mempunyai pengaruh yang sama terhadap kadar kortisol, namun kecenderungan kenaikan lebih besar kelompok exhaust. Hal itu disebabkan karena intensitas kelompok exhaust lebih tinggi dibanding kelompok moderat. Oleh karena itu dalam pelaksanaan latihan moderat perlu memperhatikan kondisi lingkungan agar stres yang muncul tidak terlalu tinggi dan dapat ditoleransi oleh tubuh. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan ketika memberi perlakuan lebih memperhatikan faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban udara.