SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survei Kadar Gula Darah Lansia pada Komunitas Senam Lansia di Kota Malang

Nanda Frihastuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Frihastuti, Nanda. 2015. Survei Kadar Gula Darah Lansia pada Komunitas Senam Lansia di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Supriyadi, M.Kes, (2) Drs. Mulyani Surendra, M.S.

 

Kata kunci: Survei, Tingkat Kadar Gula Darah, Lansia, Senam Lansia di Kota Malang.

Gula darah adalah kadar atau banyaknya kandungan gula di dalam darah yang dibutuhkan untuk kerja otak, sistem saraf, dan jaringan tubuh yang lain. Lansia secara fisiologis terjadi kemunduran fungsi sel yang menyebabkan lansia rentan terkena gangguan kesehatan salah satunya yaitu kadar gula darah tinggi. Aktivitas fisik berperan utama dalam pengaturan kadar gula darah dan produksi insulin tidak terganggu, masalah utamanya yaitu kurangnya respon reseptor insulin terhadap insulin sehingga insulin tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh kecuali otak. Aktivitas fisik yang rutin dan teratur dibutuhkan untuk meningkatkan reseptor insulin tersebut. Di kota Malang banyak lansia yang melakukan aktivitas fisik khususnya senam lansia, untuk membantu menyehatkan para lansia.

 Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat aktivitas terkait kadar gula darah pada lansia komunitas senam di Kota Malang. Mengetahui tingkat kehadiran peserta senam lansia terkait kadar gula darah pada lansia komunitas senam di Kota Malang. Mengetahui jenis kelamin, usia, riwayat penyakit, pola makan dan gaya hidup terkait kadar gula darah pada lansia komunitas senam di Kota Malang. Diharapkan dengan aktivitas fisik berupa senam lansia mampu mengurangi resiko kadar gula darah tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif yang bersifat survei.

 Hasil tes kadar gula darah dari 40 peserta senam, terdapat 7 peserta (17,5%) tingkat kadar gula darahnya tinggi yang terdiri dari 3 peserta (7,5%) laki-laki dan 4 peserta (10%) perempuan dan tingkat kadar gula darahnya rendah terdapat 2 peserta (5%) perempuan. Di antara 40 peserta senam lansia di Kota Malang, terdapat 35 peserta (87,5%) rutin mengikuti senam lansia dengan rentangan lama mengikuti senam selama 5-10 tahun, dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Rata-rata kadar gula darah peserta senam yang rutin mengikuti senam yaitu 121 mg/dl, sedangkan rata-rata kadar gula darah yang tidak rutin mengikuti senam yaitu 128 mg/dl. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kadar gula darah tinggi maupun rendah meskipun sudah rutin mengikuti senam yaitu, dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, riwayat penyakit, pola makan dan gaya hidup.

Jadi tingkat kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jenis kelamin, usia, lama latihan, riwayat penyakit, pola makan, gaya hidup dan kehadiran. Diharapkan penelitian selanjutnya tentang bagaimana mencegah kadar gula darah tinggi dan memelihara kadar gula darah agar tetap dalam keadaan normal.