SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Kemampuan Kerja Ilmiah Mata Pelajaran Fisika Siswa Kelas X Multimedia 1 SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan

Vivien Dwi Indriyani

Abstrak


ABSTRAK

 

Dwi Indriyani, Vivien (2015). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Kemampuan Kerja Ilmiah Mata Pelajaran Fisika Siswa Kelas X Multimedia 1 SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Fisika, Program Studi Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Muhardjito, MS (2) Dr. Parno, M.Si.

 

Kata kunci : Discovery Learning, Prestasi Belajar, Kemampuan Kerja Ilmiah.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah mata pelajaran fisika siswa kelas X-Multimedia 1 SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi atau evaluasi, dan refleksi yang dilakukan di setiap siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-Multimedia 1 SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, tes prestasi belajar, dan wawancara. Data yang diperoleh melalui metode dokumentasi dan wawancara dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif, sedangkan data yang diperoleh melalui metode observasi dan tes prestasi belajar dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif.

Hasil yang didapat dari penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan nilai prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah mata pelajaran fisika siswa kelas X-Multimedia 1. Prestasi belajar siswa meningkat dari sebelum diberi tindakan persentase pencapaian ketuntasan yaitu 0% atau sangat kurang baik (E), pada siklus I sebesar 56,25% atau taraf keberhasilan cukup baik (C), meningkat lagi pada siklus II menjadi 65,63% atau taraf keberhasilan baik (B) dan sudah mencapai indikator keberhasilan ≥ 60%. Kemampuan kerja ilmiah siswa juga meningkat untuk aspek kemampuan membuat rumusan masalah dari pra tindakan hanya 30%, pada siklus I menjadi 78,13%, dan siklus II menjadi 100%; aspek melakukan praktikum dari pra tindakan hanya 50%, pada siklus I menjadi 100%, dan pada siklus II tetap 100%; aspek menggunakan alat praktikum dari pra tindakan hanya 50%, pada siklus I menjadi 100%, dan pada siklus II tetap 100%; aspek mengumpulkan data dari pra tindakan hanya 50 %, pada siklus I menjadi 100%, dan pada siklus II tetap 100%; aspek melaporkan hasil praktikum dari pra tindakan hanya 30%, pada siklus I menjadi 75%, dan pada siklus II menjadi 100%. Kemampuan kerja ilmiah pada siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu ≥ 90%.

Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah siswa. Untuk peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang telah dilakukan ini agar sistem pembelajaran fisika di sekolah lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan dan memperoleh hasil yang lebih memuaskan.