SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PEMANASAN MENGGUNAKAN MASASE OLAHRAGA TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN DEPAN BAGI ATLET PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CABANG MALANG

Termiantono Yogidarso

Abstrak


ABSTRAK

Yogidarso, Termiantono. 2015. Pengaruh Pemanasan Menggunakan Masase Olahraga Terhadap Kecepatan Depan bagi Atlet Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S (II) Kurniati Rahayuni, S.Psi, M.Psi

Kata Kunci: masase olahraga, pemanasan, pencak silat

Pencak silat merupakan salah satu hasil budaya bangsa Indonesia, yang terdiri dari berbagai perguruan atau aliran pencak silat. Dalam olahraga pencak silat, harus mahir dalam penggunaan teknik dasar. Salah satu perguruan pencak silat yang mengaplikasikan prinsip dan prosedur latihan adalah perguruan PSHT. Teknik dasar dalam PSHT salah satunya adalah tendangan depan. Dalam pertandingan pencak silat kecepatan gerakan sangat dibutuhkan. Seperti halnya kecepatan tendangan depan. Sebelum melakukan gerakan tersebut seorang atlet harus melakukan pemanasan. Pemanasannya dapat berupa stretching, kalestenik maupun berupa masase (warming up massage). Pada konteks penelitian ini, peneliti lebih memfokuskan pada pemanasan yang berupa masase olahraga. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah  pemanasan menggunakan masase olahraga berpengaruh terhadap kecepatan tendangan depan bagi atlet pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Malang.

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian pra-eksperimental dengan menggunakan rancangan dengan pola “Static Group Comparison” dari (Notoatmodjo, 2002:164). Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji-t amatan ulangan dengan taraf signifikansi 0,05. Cara menguji signifikansi yaitu membandingkan antara hasil t-hitung dan t-tabel. Hipotesis alternatif akan ditolak apabila t-hitung lebih kecil dari t-tabel.

Berdasarkan hasil penghitungan uji-t dengan taraf kepercayaan 95%, menunjukkan t-hitung 33,33 untuk tendangan depan kanan dan 24,24 tendangan depan kiri. Sedangkan t-hitung >t-tabel 2,064, maka hipotesis alternatif yang berbunyi pengaruh pemanasan menggunakan masase olahraga terhadap kecepatan tendangan depanditerima, yang berarti ada perbedaan antara post-test1 dan post-test2. Dilihat dari fungsi fisiologis pengaruh pemanasan menggunakan masase olahraga maupun pemanasan menggunakan stretching dan kalestenik hampir sama. Namun waktu 17 menit yang digunakan untuk melakukan pemanasan menggunakan masase olahraga dirasa cukup maksimal untuk melakukan tendangan depan. Sedangkan pemanasan menggunakan stretching dan kalestenik dengan waktu 17 menit dirasa atlet kurang maksimal dari suatu pemanasan untuk melakukan tendangan depan.

Dari hasil penelitian diatas, maka diperoleh kesimpulan bahwa pemanasan menggunakan masase olahraga pada atlet pencak silat PSHT Cabang Malang lebih  berpengaruh tehadap kecepatan tendangan depan dibandingkan dengan pemanasan stretching dan kalestenik saja.