SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI TENTANG MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA DI KOLAM RENANG PENATARAN KABUPATEN BLITAR

fiftin Gusnanda Beni mahmudi

Abstrak


ABSTRAK

 

Mahmudi, Fiftin Gusnanda Beni. 2014. Studi Tentang Manajemen Sarana dan Prasarana Olahraga di Kolam Renang Penataran Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Ilmu keolahragaan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes (II) Usman Wahyudi, S.P, M.Pd

 

Kata Kunci: Manajemen, Sarana dan Prasarana Olahraga, Kolam Renang Penataran

 

Untuk mengelola sebuah kolam renang dibutuhkan manajemen prasarana olahraga yang baik. Proses manajemen terdiri dari empat fungsi; (1) Perencanaan (Planning), (2) Pengorganisasian (Organizing), (3) Penggerak (Actuating), (4) Pengawasan (Controlling). Kolam renang Penataran merupakan sarana dan prasarana olahraga milik pemerintah yang merupakan kolam renang pertama dan berstandar nasional yang berdiri di wilayah Kabupaten Blitar. Kolam renang penataran langsung dikelola oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Blitar.

Kolam renang ini jarang digunakan untuk melaksanakan event daerah maupun nasional, juga pengunjung merasa kurang nyaman saat beraktivitas di dalamnya. Hal tersebut membuktikan bahwa kolam renang ini masih kurang dalam pengelolaannya. Dari beberapa masalah penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana pengelolaan manajemen prasarana olahraga di kolam renang Penataran Kabupaten Blitar.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan perpanjangan pengamatan.

Hasil penelitian menunjukkan: (1) perencanaan (planning) manajemen prasarana olahraga di kolam renang penataran kabupaten Blitar lebih mengarah kepada pembaruan fisik; (2) pengorganisasian (organizing) manajemen prasarana olahraga di kolam renang penataran kabupaten Blitar ini tugas masing-masing karyawan langsung disesuaikan dengan kontrak kerja awal yang dibuat oleh DISPORBUDPAR; (3) penggerak (actuating) manajemen sarana dan prasarana olahraga di kolam renang penataran kabupaten Blitar dilakukan langsung oleh kepala DISPORBUDPAR; (4) pengawasan (controlling) manajemen sarana dan prasarana olahraga di kolam renang penataran kabupaten Blitar dilakukan secara langsung oleh kepala DISPORBUDPAR.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat peneliti ungkapkan: (1) Bagi petugas yang bekerja di kolam renang penataran supaya bertanggungjawab dengan tugas masing-masing; (2) Bagi Dinas PORBUDPAR supaya membuatkan program kerja dan struktur organisasi yang tersusun dengan baik supaya semua karyawan bekerja lebih tertib sesuai dengan jabatan masing-masing; (3) Bagi peneliti yang akan datang, penelitian ini dapat dijadikan dasar acuan bagi penelitian selanjutnya.