SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC (BARRIER HOPS) TERHADAP TINGGI LOMPATAN PEMAIN BOLA BASKET TIM PUTRA SMK N 12 MALANG

rizwan zakki adzkar

Abstrak


ABSTRAK

Adzkar, Zakki. 2014. Pengaruh Latihan Plyometric (Barrier Hops) terhadap Tinggi Lompatan Pemain Bola Basket Putra SMK N 12 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Saichudin, M.Kes, (II) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd.

Kata Kunci: plyometric, barrier hops, tinggi lompatan

Olahraga basket adalah olahraga yang dimainkan oleh dua team yang saling berhadapan, dengan satu timnya terdiri dari 5 pemain yang bermain dilapangan. Ada beberapa teknik dasar yang harus dikuasai untuk bisa bermain bola basket, yaitu dribbling, passing, rebound, shooting dan team work. Selain teknik dasar yang harus dikuasai pemain basket juga wajib mempunyai kondisi fisik yang baik pula, karena permainan ini sangat membutuhkan fisik yang prima.

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada saat pertandingan basket antar SMA dan SMK se Malang, dalam acara Turnamen Bola basket  pada tanggal 7 Nopember 2013, teknik dasar yang sering dilakukan namun tidak maksimal adalah rebound, karena latihan yang kurang makanya pada saat rebound banyak yang melakukan dengan kurang maksimal

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah yang ada dalam sebuah tim bolabasket yang harus mampu memberikan performa terbaik terhadap timnya. Peneliti menunjuk SMK N 12 Malang sebagai tempat penelitian karena SMK ini dirasakan yang paling kurang diantara yang lainnya, sehingga peneliti dapat memberikan perlakuan terhadap latihan fisiknya. Sebelum diberi perlakuan latihan plyometric (barrier hops) selama 6 minggu dengan jumlah kegiatan perminggu sebanyak 3 kali, subjek diukur kemampuannya terlebih dahulu (pretest). Setelah dikenai perlakuan subjek kembali diukur kemampuannya (posttest). Rancangan yang dipakai peneliti disebut the one group pretest-posttest design.

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, diketahui hasil tes awal dan tes akhir tinggi lompatan pada pemain bolabasket putra di SMK N 12 Malang diperoleh t hitung sebesar -2,326 probabilitas = 0,000.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode latihan plyometric (barrier hops) selama 18 kali pertemuan berpengaruh terhadap tinggi lompatan pemain, sehingga latihan ini dapat dilakukan secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang maksimal.