SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Latihan Pencak Silat Jurus Regu Baku di Ekstrakurikuler PSHT Cabang Blitar

Evi Meisaroh

Abstrak


ABSTRAK

Meisaroh, Evi. 2014. Pengembangan Model Latihan Pencak Silat Jurus Regu Baku di Ekstrakurikuler PSHT Cabang Blitar. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1)   Dr. Supriyadi, M.Kes, (2) Kurniati Rahayuni, S.Psi, M.Psi

 

Kata Kunci: model latihan, jurus regu baku, pencak silat

Berdasarkan observasi awal melalui angket analisis kebutuhan (need assessment) pada tanggal 24 Januari 2014 terhadap 10 orang pelatih ekstrakurikuler PSHT Cabang Blitar, diperoleh data sebagai berikut: 1) Jurus regu baku adalah salah satu materi dalam ekstrakurikuler PSHT, namun proses latihan pencak silat seni beregu yang diberikan masih dianggap kurang  karena keterbatasan waktu dan media, 2). Sebanyak 80% pelatih mengalami kesulitan dalam memberikan materi latihan jurus regu baku dikarenakan minimnya model latihan khusus untuk jurus regu baku, 3). 75% pelatih menyatakan bahwa siswa yang dilatih susah mempraktikkan beberapa gerakan dalam jurus regu baku diantaranya: a). Pada jurus 2 yaitu gerakan hentak bawah dilanjutkan dengan baling bawah; b). Pada jurus 6 yaitu sapuan bawah kanan dilanjutkan dengan sapuan bawah kiri; c). Pada jurus 8 yaitu tangkisan kelit bawah dilanjutkan dengan guntingan; d). Pada jurus 12 yaitu sikap pasang dilanjutkan dengan sapuan rebah dan tendangan putar atau tendangan baling atas; 4). 100% pelatih menyatakan setuju apabila ada pengembangan model-model latihan yang bervariasi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model latihan pencak silat jurus regu baku di ekstrakurikuler PSHT Cabang Blitar agar lebih bervariasi.

Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development (R&D) dari Borg dan Gall dengan analisis kuantitatif dan kualitatif dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar.

Hasil pengembangan diperoleh data sebagai berikut: (1) hasil justifikasi ahli pencak silat 1 sebesar 82,56% (sangat baik), (2) hasil justifikasi ahli pencak silat 2 sebesar 81,98% (sangat baik), (3) justifikasi ahli media sebesar 76,9% (sangat baik), (4) uji coba kelompok kecil sebesar 86% (sangat baik), (5) uji coba kelompok besar sebesar 87% (sangat baik). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model latihan pencak silat jurus regu baku di ekstrakurikuler PSHT Cabang Blitar masuk kategori sangat baik sehingga model latihan pencak silat jurus regu baku dapat digunakan sebagai alternatif latihan pencak silat.

Sebelum penyebarluasan produk pengembangan ke ruang lingkup yang lebih luas sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan sebaiknya dilakukan penelitian  lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas produk yang dikembangkan, karena penelitian ini hanya sebatas pengembangan saja.