SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Split Squat Jump dan Box Jump Terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai Pada Ekstrakurikuler Bola Voli di SMKN 3 Malang

Dynel Gusfirnando

Abstrak


ABSTRAK

Gusfirnando, Dynel. 2014. Pengaruh Latihan Split Squat Jump  dan Box Jump Terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai Pada Ekstrakurikuler Bola Voli di SMKN 3 Malang. Skripsi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (I) Dr. Supriyadi, M.Kes (II) Dr. Saichudin, M. Kes.

 

Kata Kunci: latihan, split squat jump, box jump, daya ledak otot tungkai

Dalam permaianan bola voli ada beberapa teknik, diantaranya passing, jump serve, block, dan spike. Dari beberapa teknik tersebut menggunakan gerakan lompatan. Untuk mendapatkan lompatan yang maksimal perlu diadakan latihan salah satunya latihan split squat jump dan  box jump. Daya ledak merupakan kemampuan otot untuk melakukan kontraksi dengan kuat dan dengan waktu yang paling singkat. Untuk dapat melakukan hal tersebut, otot harus memiliki fungsi fisologis yang baik yaitu dengan latihan meningkatkan kecepatan kontraksi otot. Tes daya ledak otot tungkai menggunakan tes vertical jump, satuan yang digunakan adalah centimeter.

Tujuan penelitian adalah untuk: 1) mengetahui pengaruh latihan pliometrik split squat jump terhadap daya ledak otot tungkai, 2) mengetahui pengaruh latihan pliometrik box jump terhadap daya ledak otot tungkai, 3) mengetahui perbedaan antara latihan pliometrik split squat jump dan   box jump terhadap  daya ledak otot tungkai.

Populasi dan sampel yang diteliti pada penelitian ini sebanyak 30 siswa yang mengiuti ekstrakurikuler bola voli di SMKN 3 Malang. Variabel  bebas  penelitian adalah latihan pliometrik split squat jump dan box jump. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian  ini  adalah  daya ledak otot  tungkai.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian eksperimen  lapangan  dengan  desain  penelitian pretest – posttest group design.

Berdasarkan analisis data, diperoleh tiga kesimpulan yaitu 1) berdasarkan uji t didapatkan nilai thitung sebesar 4,461 > ttabel (0.05;14) = 2,14 sehingga Ho ditolak dan hipotesis penelitian diterima yaitu ada pengaruh latihan split squat jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, 2) berdasarkan uji t didapatkan nilai thitung sebesar 8,404 > ttabel (0.05;14) = 2,14 sehingga Ho ditolak dan hipotesis penelitian diterima yaitu ada pengaruh latihan box jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, 3) terdapat perbedaan antara thitung posttest vertical jump split squat jump dan box jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Box jump memberikan pengaruh lebih tinggi terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai jika dibandingkan dengan split squat jump, dilihat selisih peningkatan latihan split squat jump hanya 1,33, sedangkan selisih peningkatan latihan box jump adalah 1,74.

Saran penelitian ialah, 1) latihan split squat jump dan box jump ini dapat digunakan pelatih dalam memilih model pelatihan untuk peningkatan daya ledak otot tungkai dengan cepat dan hasil yang lebih besar, 2) jika latihannya menggunakan box jump, maka ukuran box disesuaikan dengan kemampuan siswa-siswi yang akan dilatih, dan 3) perlu adanya penelitian lebih lanjut dalam mengkombinasikan latihan pliometrik untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai.