SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survei Kadar Hemoglobin dan Daya Tahan Otot Berdasarkan Golongan Darah Sistem A–B–O pada Siswa Akademi Sepakbola Arema U–16

Ricky Bayu Setya Yudha

Abstrak


ABSTRAK

 

Yudha, Ricky Bayu Setya. 2014. Survei Kadar Hemoglobin dan Daya Tahan Otot Berdasarkan Golongan Darah Sistem A–B–O pada Siswa Akademi Sepakbola Arema U–16. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M. Kes., (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M. Kes.

 

Kata Kunci: daya tahan otot, kadar hemoglobin, golongan darah, sistem A–B–O

 

Olahraga sebagai bentuk aktifitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang–ulang tidak lepas dari komponen–komponen kebugaran jasmani, salah satunya adalah daya tahan otot. Daya tahan otot yang baik dapat menjaga kualitas gerak dan mencegah kelelahan yang berlebihan akibat dari aktifitas fisik. Kemampuan tersebut dapat diperoleh melalui metabolisme aerobik yang membutuhkan kehadiran oksigen untuk proses metabolisme menghasilkan energi berupa ATP (adenosine triphospate). Oksigen dalam sel darah merah diikat hemoglobin kemudian dibawa ke sel dan jaringan. Semakin tinggi kadar hemoglobin maka semakin banyak oksigen yang terikat untuk mensintesis ATP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin dan tingkat daya tahan otot siswa Akademi Sepakbola Arema U–16 berdasarkan golongan darah sistem A–B–O.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk jenis penelitian non–eksperimental berupa deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan kadar hemoglobin dan tingkat daya tahan otot siswa Akademi Sepakbola Arema U–16. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan pengukuran

Hasil penelitian menunjukan, kadar hemoglobin siswa Akademi Sepakbola Arema U–16  berdasarkan golongan darah adalah golongan darah O dengan nilai rata–rata 17,075 g/dl, golongan darah A dengan nilai rata–rata 16,72 g/dl, golongan darah AB dengan nilai rata–rata 16,13 g/dl dan golongan darah B dengan nilai rata–rata 15,2 g/dl, sedangkan hasil tes daya tahan otot siswa Akademi Sepakbola Arema U–16 berdasarkan golongan darah adalah golongan darah O dengan nilai rata–rata persentil 48,2, golongan darah A dengan nilai rata–rata persentil 46,34, golongan darah AB dengan nilai rata–rata persentil 43,02 dan golongan darah B dengan nilai rata–rata persentil 40,45. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perbandingan nilai hemoglobin antara golongan darah A, B, O dan AB menunjukkan tidak ada perbedaan selisih kadar hemoglobin yang jauh tiap golongan darah dan perbandingan hasil tes daya tahan otot antara golongan darah A, B, O dan AB menunjukkan tidak ada perbedaan selisih hasil tes tiap golongan darah dan hasil tes daya tahan otot tiap golongan darah masuk dalam klasifikasi daya tahan yang cukup.

Penelitian ini sebaiknya dijadikan sebagai bahan penelitian lanjutan untuk mengkaji lebih dalam tentang perbedaan dari masing–masing golongan darah. Hal ini disebabkan karena penelitian ini hanya dilakukan dengan metode survei dan memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Selain itu, diharapkan bagi para pelatih untuk memilih siswa tidak hanya didasarkan pada aspek kualitas permainan saja tetapi juga memperhitungkan aspek kualitas kesehatannya pula.