SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Pliometrik Bervariasi Terhadap Prestasi Tendangan Jauh Permainan Sepakbola Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola pada SMA Negeri 1 Tegaldlimo Banyuwangi

Rizki Fajar Irawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Irawan, Rizki Fajar. 2014. Pengaruh Latihan Pliometrik Bervariasi Terhadap Prestasi Tendangan Jauh Permainan Sepakbola Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola pada SMA Negeri 1 Tegaldlimo Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M. Pd,(II) Dra. Sri Purnami, M. Pd

 

Kata kunci: pliometrik, double leg speed hop, latihan konvensional, prestasi tendangan jauh.

Sepakbola adalah sebuah permainan beregu yang dimainkan masing-masing sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Dalam permainan sepakbola menendang merupakan gerakan yang wajib dilakukan oleh setiap pemain. Kemampuan tendangan harus dikembangkan pada setiap pemain sepakbola guna menunjang kemampuan saat bermain sepakbola.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan pliometrik double leg speed hop dalam meningkatan prestasi tendangan jauh pada permainan sepakbola. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian 25 orang, peserta ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Tegaldlimo Banyuwangi. Sampel dibagi dalam dua kelompok, kelompok eksperimen latihan double leg speed hop berjumlah 13 oranga dan kelompok kontrol latihan konvensional berjumlah 12 orang.

Dari hasil pengujian hipotesis skor prestasi tendangan jauh masing-masing kelompok latihan. Dengan menggunakan uji F pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh F hitung sebesar 0,10 < F tabel 4,28. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara latihan double leg speed hop dengan latihan konvensional.

Hasil pengujian hipotesis Uji t amatan ulangan masing-masing kelompok latihan dengan menggunakan uji t pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh t hitung sebesar 28,58 > t tabel 2,179 untuk kelompok latihan double leg speed hop dan latihan konvensional diperoleh t hitung sebesar 26,14 > t tabel 2,201. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tes awal dengan tes akhir prestasi tendangan jauh dari masing-masing kelompok latihan.

Dengan demikian kedua bentuk latihan ini dapat dipergunakan dalam latihan untuk meningkatkan prestasi tendangan jauh. Namun penggunaan latihan double leg speed hop memberikan pengaruh lebih baik dari pada latihan konvensional terhadap peningkatan prestasi tendangan jauh.