SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Pengaruh Istirahat Aktif dan Pmberian Masase Olahraga Setelah Latihan Anaerob terhadap Penurunan Kadar Asam Laktat Darah

Nanang Soffi Mashari

Abstrak


ABSTRAK

 

Mashari, Nanang Soffi. 2013. Perbedaan Pengaruh Istirahat Aktif dan Pemberian Masase Olahraga Setelah Latihan Anaerob terhadap Penurunan Kadar Asam Laktat Darah. Skripsi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci: istirahat aktif, masase olahraga, latihan anaerob, asam laktat darah, pulih asal.

 

Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi akan menghasilkan asam laktat pada otot yang berkontraksi. Kemudian akan menumpuk dan selanjutnya berdifusi ke dalam aliran darah sehingga dapat menimbulkan kelelahan. Hal ini harus segera diberikan perlakuan untuk mempercepat proses pemulihan. Pemulihan dapat dilakukan dengan berbagai macam perlakuan diantaranya melalui perlakuan istirahat aktif, pasif dan manipulasi masase olahraga. Ketiga metode ini mampu memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar asam laktat darah melalui proses metabolisme dengan adanya ketersediaan oksigen.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara istirahat aktif dan pemberian masase olahraga setelah latihan anaerob terhadap penurunan kadar asam laktat darah. Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen sungguhan. Desain penelitian yang akan diterapkan adalah rancangan prates pascates tiga kelompok yang dipilah secara acak. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa IK angkatan 2011 off. B berjumlah 15 orang. Sampel terbagi menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Setelah keseluruhan sampel melakukan tes lari 400 meter, kemudian kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, sedangkan dua keompok lain masing-masing diberi perlakuan berupa istirahat aktif dan pemberian manipulasi masase olahraga pada anggota gerak bawah bagian depan dan belakang. Tiga kelompok tersebut diambil darahnya sebanyak dua kali yaitu setelah melakukan lari 400 meter dan setelah diberi perlakuan. Kemudian sampel darah diuji laboratorium agar diketahui nilai analisis statistik deskriptif, selanjutnya dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dengan uji Levene, dan terakhir dilakukan uji anova.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean asam laktat prates istirahat aktif 5,586 mmol/l dan pascates 5,070 mmol/l kemudian mean asam laktat prates masase olahraga 5,586 mmol/l dan pascates 3,587 mmol/l dan mean asam laktat tanpa perlakuan 5,906 mmol/l dan pascates 5,723 mmol/l. Sedangkan hasil uji anova menunjukkan bahwa F = 26,602 dengan p = 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan p < 0,05 yang berarti Ho ditolak. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan.

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara istirahat aktif dan pemberian masase olahraga selama 7 menit setelah latihan anaerob berupa lari 400 meter terhadap penurunan kadar asam laktat darah. Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian masase olahraga lebih cepat menurunkan kadar asam laktat darah setelah latihan anaerob daripada istirahat aktif. Sehingga manipulasi masase dapat diterapkan untuk membantu proses penurunan kadar asam laktat pada kelompok yang menjadi subjek penelitian yaitu mahasiswa IK angkatan 2011 off. B.