SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survei Tentang Osteoporosis Pada Peserta Senam Lansia Di Lingkungan Universitas Negeri Malang

Stra Fredina Marini Putri

Abstrak


Putri, Stra Fredina Marini. 2013. Survei Tentang Osteoporosis Pada Peserta Senam Lansia Di Lingkungan Univesitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setyo Budiwanto, M.Kes, (II) Dra. Desiana Merawati, M.S.

 

Kata Kunci: Osteoporosis dan Osteopenia, Senam Lansia

 

Osteoporosis merupakan kelainan sistemik pada tulang, yang dicirikan oleh pengurangan massa tulang dan melemahkan materi kaya mineral yang kuat dan padat pembentuk tulang. Pengurangan massa tulang tersebut terjadi secara diam-diam dan tidak menimbulkan gejala yang nyata. Pada kondisi tersebut komposisi tulang akan mengalami perubahan, sehingga berat tulang juga akan menjadi berkurang. Resiko terkena osteoporosis dapat dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat yaitu dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang yang memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun, mengkonsumsi makanan yang bergizi saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga secara benar dan teratur serta istirahat yang cukup untuk menjaga pengurangan massa tulang. Sehingga, kurang melakukan aktivitas fisik berhubungan dengan rendahnya massa tulang dan dapat meningkatkan resiko osteoporosis.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat osteoporosis pada peserta senam lansia di lingkungan Universitas Negeri Malang.

Pengukuran tingkat osteoporosis dilakukan dengan menggunakan densitometri ultasound.

Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif  yang bersifat survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes osteoporosis dan kuesioner. Subyek yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu peserta senam di lingkungan Universitas Negeri Malang.

Hasil dari tes osteoporosis berupa T-score. Jika mengalami pengeroposan tulang, nilai T akan negatif karena memiliki kepadatan mineral tulang yang kurang dari standar. Dan jika tulang dalam keadaan normal, nilai T akan positif karena memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih dari standar. Intepretasi nilai T adalah di atas -1 berarti kepadatan massa tulang normal, antara -1 s/d -2,5 berarti menunjukkan tanda osteopenia, kondisi di mana kepadatan massa tulang di bawah normal dan dapat berakibat pada osteoporosis dan di bawah -2,5 berarti kepadatan massa tulang mengindikasikan osteoporosis. Berdasarkan hasil tes osteoporosis yang telah dilaksanakan, terdapat 20 orang dalam keadaan osteopenia dengan rata-rata nilai T-score (-1,9) dan rata-rata usia 65 tahun, sedangkan 6 orang yang mengalami osteoporosis dengan rata-rata nilai T-score

(-2,7) rata-rata usia 70 tahun.