SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemeriksaan Kesehatan pada Pemain Sepakbola Amatir Kompetisi Internal Divisi Utama Pengurus Cabang PSSI Kota Malang

Achmad Abdul Azis

Abstrak


ABSTRAK

Azis, Achmad Abdul. 2013. Pemeriksaan Kesehatan pada Pemain Sepakbola Amatir Kompetisi Internal Divisi Utama Pengurus Cabang PSSI Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M. Kes, (II) dr. Rias Gesang K., M. Kes.

 

Kata Kunci: Pemeriksaan Kesehatan, Pemain Sepakbola Amatir, Kompetisi Internal

Faktor keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama dalam suatu penyelenggaraan olahraga. Karena olahraga mempunyai bertujuan untuk memelihara kesehatan. Kondisi kesehatan yang buruk apabila melakukan aktivitas olahraga dapat memperburuk dan membahayakan kesehatan. Fakta dilapangan menunjukkan banyak klub amatir kurang memperhatikan tentang pemeriksaan kesehatan. Terbukti dengan banyak terjadi kejadian fatal berkaitan dengan masalah kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan. Pemeriksaan kesehatan berfungsi untuk mendiagnosis sejak dini adanya masalah kesehatan yang mungkin berakibat buruk apabila seseorang melakukan aktivitas fisik.

 Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan tentang pemeriksaan kesehatan pada pemain sepakbola amatir meliputi ketersediaan tim medis,  ketersediaan tim medis berkompetensi sport medicine, ketersediaan medical record, dan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan pada lingkup peserta kompetisi internal Pengcab PSSI Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Adapun tahapan analisis data menggunakan analisis deskriptif.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut: Pertama ketersediaan tim diperoleh prosentase secara keseluruhan sejumlah 8,3%. Tim medis hanya satu klub yang memiliki yaitu pada PS. Sinar Mas. Kedua, ketersediaan tim medis berkompetensi sport medicine hanya ada pada satu klub yaitu PS. Sinar Mas yang memiliki satu ahli medis dengan prosentase 25%. Ketiga, pelaksanaan medical record pada klub peserta kompetisi tidak ada yang melakukan, sehingga prosentase 0%. Keempat, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hanya dilakukan oleh PS. Sinar Mas. Pemeriksaan yang dilakukan hanya berupa pemeriksaan tekanan darah dengan prosentase 33,33%. Selebihnya pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan locomotor system tidak ada yang melaksanakannya.

Pengcab PSSI Kota Malang sebagai pihak penyelengara yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab diharapkan dapat membuat aturan yang tegas kepada setiap klub agar memiliki petugas kesehatan yang berkompetensi untuk menunjang pemeriksaan kesehatan kepada pemain. Selain itu klub diharapkan menyediakan tenaga kesehatan guna memeriksa dan memantau kondisi kesehatan atlet. Sedangkan pemain diharapkan sadar untuk memeriksakan dirinya sendiri secara rutin guna mengetahui kondisi tubuhnya.