SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

evaluasi pelaksanaan program kerja cabang olahraga kempo di KONI Kota Malang tahun 2012 dengan pendekatan evaluasi model CIPP (Context,Input,Process,Product)

bakhtiar rifai

Abstrak


ABSTRAK

 

Rifai, Bakhtiar. 2013.Evaluasi Program Kerja Cabang Olahraga Kempo Kota Malang Tahun 2012. Skripsi, Jurusan  Pendidikan Jasmani dan Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Heru Widijoto. M. S, (II) Drs. Agus Tomi . M.Pd.

 

Kata Kunci: Program Kerja, Cabang Olahraga Kempo Kota Malang, Evaluasi, CIPP

Cabang olahraga pada KONI Kota Malang mempunyai situasi kondisi nyata yang berbeda - beda, mulai dari potensi sumber daya manusia , sarana prasarana dan administrasi. Evaluasi diharapkan dapat mengetahui profil dan kondisi yang terjadi pada cabang olahraga.

 Kondisi pada cabang olahraga di Indonesia sesuai dengan yang jelaskan oleh Agus Mahendra, di artikel berjudul "Ironi apa lagi yang kita tanggung?" dijelaskan bahwa " Bidang tugas yang aktif dalam keseluruhan organisasi hanya bidang pembinaan prestasi. Bidang - bidang tugas yang lain seolah terlupakan atau di anggap tidak penting, sehingga lambat tapi pasti orang - orangnya merasa disisihkan dan mundur teratur tahu diri. Banyaknya bidang yang tidak aktif, otomatis menurunkan kinerja organisasi olahraga yang bersangkutan, terutama bidang - bidang non teknisnya".

Kondisi yang terjadi pada cabang olahraga di Indonesia sangat melenceng dari pengertian organisasi itu sendiri seperti yang diungkapkan Harsuki (2012:104)  "Organisasi merupakan suatu struktur fungsi sistem kerja sama, yaitu adanya suatu struktur dan sistem kerja sama yang dilakukan berdasarkan aturan dan penjabaran fungsi - fungsi secara formal".

  Kempo Kota Malang merupakan salah satu cabang olahraga di Indonesia, Apakah cabang olahraga Kempo mempunyai kondisi yang sama seperti penjelasan pada paragraf sebelumnya. Menarik untuk diketahui seperti apa kondisi yang terjadi di cabang olahraga Kempo terutama pada Kota Malang. Maka dari itu diperlukan evaluasi untuk mengetahui kondisi yang terjadi pada cabang olahraga kempo melalui pelaksanaan program kerja yang telah di rencanakan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan program kerja cabang olahraga kempo Kota Malang pada tahun 2012.Untuk mendapatkan  data penelitian ini menggunakan model penelitian CIPP (context evaluation, input evaluation , process evaluation, product evaluation). Penelitian ini menggunakan Kuesioner , observasi dan wawancara yang akan di lakukan kepada atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga kempo kota Malang agar mendapat data yang sesuai dengan keadaan nyata. Dalam penelitian ini terdapat dua tahap yaitu tahap persiaapan dan tahap pelaksanaan.kegiatan analisi data meliputi (Arikunto, 2010:167) : 1) menyiangi data 2) display data 3) menafsirkan data 4) menyimpulkan 5) meningkatkan keabsahan hasil.

Penelitian pada variabel context evaluasi program kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 memiliki hasil sebagai berikut: cabang olahraga Kempo Kota Malang mempunyai tujuan dan hasil yang di capai pada program kerja tahun 2012. Cabang olahraga Kempo membutuhkan atlet, pelatih, pengurus, sarana prasarana dan pendanaan dalam pelaksanaan program kerja tahun 2012. Sehingga context mempunyai kategori baik.Pada variabel input atlet pada program kerja cabang olahraga Kempo KotaMalang pada tahun 2012 memiliki hasil sebagai berikut: di dapat 33% atlet yang berlatih di luar keinginan sendiri, 83% atlet masih siswa, 94 % responden berlatih sejak usia dini, 100% atlet mendapat dukungan dari kedua orang tua, Terkait dukungan dari luar 18 atlet menjawab tidak ada dukungan dari luar, 77% atlet mendapat dukungan dari sekolah, terkait domisili semua atlet penduduk Kota Malang. Sehingga input atlet mempunyai kategori baik.

Pada variabel input pelatih pada program kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 sebagai berikut: di dapat semua pelatih mempunyai pekerjaan baik pegawai swasta maupun pegawai negeri, semua pelatih berdomisili di Kota Malang, semua pelatih pernah menjadi atlet Kempo, dua responden telah menjadi pelatih selama 10 tahun dan pernah melatih di luar Kota Malang, semua responden mempunyai motivasi menjadi pelatih, tentang kompetensi pelatih semua responden menjawab memahami ilmu kepelatihan dan memahami prinsip dasar melatih, dua pelatih menyusun program latihan, dan semua pelatih mempunyai lisensi kepelatihan baik tingkat daerah maupun Nasional. Sehingga input pelatih mempunyai kategori baik.

Pada variabel input pengurus pada program kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 sebagai berikut:  di dapat semua pengurus mempunyai pekerjaan di luar sebagai pegurus, responden pernah menjadi atlet kempo, pengurus mempunyai motivasi, dua pengurus memiliki pengalaman organisasi dan semua pengurus ikut menyusun program kerja. Sehingga input pengurus mempunyai kategori cukup baik.

Pada variabel input wasit pada program kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 sebagai berikut: berkategori kurang baik karena hanya ada 3 wasit berlinsensi dan banyak wasit tidak mampu bekrja karena pekerjaan pokok wasit.

Pada variabel input pendanaan pada program kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 sebagai berikut: cabang olahraga Kempo Kota Malang menyusun Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Cabang olahraga Kempo Kota Malang mempunyai  sumber dana untuk melakukan program kerja yang berasal dari KONI Kota Malang dan dari iuran kenshi. Sehingga input pendanaan mempunyai kategori cukup baik.

Pada variabel input sarana prasarana pada program kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 sebagai berikut: cabang olahraga Kempo mempunyai tempat kesekretariatan, mempunyai tempat latihan, mempunyai sarana prasarana namun kuantitas dan kualitas tidak memadai. Sehingga input sarana prasarana mempunyai kategori cukup baik.

Pada variabel process atlet pada program  kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 memiliki hasil sebagai berikut: semua atlet mengikuti proses latihan, tentang partisipasi event Kempo antar Dojo Provinsi se Jawa Timur tahun 2012 di dapatkan 44% atlet mengikuti, 33% responden mengikuti kejuaraan Kempo Provinsi Jawa Timur di Jember tahun 2012, Kejurnas Kempo antar Kota Wilayah IV di Surabaya tahun 2012 di peroleh data semua atlet mengikuti, 38% atlet mengikuti kejurnas Kempo antar Pelajar di Tangerang tahun 2012. Semua responden (100%) mengikuti latihan kyu - yudansha se Kota Malang tahun 2012, pertisipasi gashame dan ujian Kempo Kota Malang tahun 2012 di peroleh  bahwa tidak ada responden yang mengikuti, Sedang pada ujian yudansha dan gashuku Nasional tahun 2012 tidak ada responden yang mengikuti. Process atlet berkategori baik.

Pada variabel Process pelatih pada program  kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 memiliki hasil sebagai berikut: berhubung dengan pelaksanaan proses pengurus mendapat persentase100%, berhubungan dengan partisipasi event di dapat persentase sebesar 80%. Sehingga process pelatih mempunyai kategori baik.

Pada variabel process wasit pada program kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 memiliki hasil tidak baik karena tidak ada proses kegiatan pada tahun 2012.

Pada variabel Process pengurus pada bidang kesekretariatan melakukan proses yang ada namun bekerja dengan sesuai dengan kepentingan saat itu sehingga mempunyai kategori tidak baik. Pada bidang organisasi melakukan proses kegiatan menunggu perintah dari atasan dan tidak pernah di lakukan evaluasi sehingga mempunyai kategori tidak baik. Pada bidang pembinaan prestasi mempunyai perekrutan atlet dan pengurus, terdapat penghargaan kepada atlet berupa keuntungan bila menjadi atlet kempo, terdapat dana dalam mengikuti event. Sehingga bidang pembinaan prestasi mempunyai kategori baik. Pada bidang sarana prasarana mempunyai kategori tidak baik karena tidak ada perawatan pada alat dan tempat latihan. Pada proses pendanaan terdapat satu sumber dana untuk mengikuti event yaitu berasal dari KONI Kota Malang.

Pada variabel Product atlet dan pelatih pada program  kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 memiliki hasil sebagai berikut: di peroleh persentase sebesar 35% yang tergolong tidak baik, sedang pada pelatih di peroleh persentase sebesar 63% yang tergolong cukup baik.

Pada variabel Product atlet dan pelatih pada program  kerja cabang olahraga Kempo Kota Malang pada tahun 2012 memiliki hasil sebagai berikut: hanya pada bidang pembinaan prestasi dan organisasi yang tujuan dan harapan pada program kerja tahun 2012 yang tercapai dan terlaksana yang mempunyai kategori baik. Pada bidang kesekretariatan dan sarana prasarana mempunyai kategori tidak baik karena tidak terlaksananya program.