SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Permainan Tradisional Boy-boyan Terhadap Keterampilan Motorik Kasar Melempar Pada Anak Usia Dini di TK Kartika IV-13 Lawang

Eka Pradana

Abstrak


ABSTRAK

 

Pradana, Eka. 2013. Pengaruh Permainan Tradisional Boy-boyan Terhadap Keterampilan Motorik Kasar Melempar Pada Anak Usia Dini di TK Kartika IV-13 Lawang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes, (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes.

 

Kata Kunci: Permainan Tradisional, Motorik Kasar, Anak Usia Dini

Permainan tradisional merupakan suatu jenis permainan yang ada pada suatu daerah tertentu dengan berdasarkan pada kultur atau budaya daerah tersebut. Boy-boyan adalah salah satu permainan tradisional beregu yang menggunakan bola dengan tujuan permainan menghancurkan sasaran berupa tumpukan batu bata, pecahan genting, atau pecahan keramik lantai. Permainan yang menitik beratkan pada keterampilan melempar ini dapat menjadi sarana melatih gerak dasar anak usia dini terutama gerak dasar melempar. Melempar merupakan salah satu gerak dasar yang dikuasai anak umur 4-6 tahun, dan masuk pada rangkaian motorik kasar. Motorik ini menggunakan otot besar dan koordinasi dalam proses pelaksanaanya. Motorik kasar dapat menjadi aspek penting berkaitan dengan pengembangan kemampuan dasar anak usia dini. Melalui permaian, pemberian latihan ini diharapkan lebih mudah diterima dalam kaitannya melatih motorik kasar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian permainan tradisional terhadap motorik kasar melempar anak usia dini di TK Kartika IV-13 yang berjumlah 15 orang. Penilaian motorik kasar dengan menggunakan permainan boy-boyan. Penelitian dilakukan  menggunakan rancangan penelitian pre-experimental (eksperimental semu) dengan metode one group pretest-posttest design. Saat pelaksanaan pretest, subyek penelitian melakukan tes melempar sasaran sebanyak 3 kali lemparan sebanyak 2 kali. Penilaian dilakukan atas jumlah bola yang mengenai sasaran. Subyek diberikan perlakuan lain selama 6 minggu kemudian dilakukan posttest. Posttest dilakukan dengan prosedur yang sama dengan pretest. Setelah pretest dan posttest dilakukan, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan syarat melakukan uji normalitas dan uji homogenitas terlebih dahulu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian perlakuan latihan melempar sasaran selama 6 minggu (posttest) memiliki nilai hitung yang lebih tinggi yaitu 2,20  dan standar deviasi 1,44 dibandingkan sebelum pemberian perlakuan  (pretest) yaitu 1,07 dan standar deviasi 1,33. Hasil analisis uji-t juga menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh, rata-rata posttest lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pretest, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari permainan tradisional boy-boyan  terhadap gerak motorik kasar melempar anak usia dini di TK Kartika IV-13 Lawang.