SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Gerak Dasar Atletik Melalui Metode Bermain Untuk Siswa Kelas V SDN Yosowilangun Lor 01 Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang.

Sofy Ardhiatma

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Ardhiatma, Sofy. 2012. Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Gerak Dasar Atletik Melalui Metode Bermain Untuk Siswa Kelas V SDN Yosowilangun Lor 01 Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd (II) Drs. Mu’arifin, M.Pd

 

Kata Kunci: keaktifan siswa, gerak dasar atletik, metode bermain

 

Dalam pendidikan jasmani keterlibatan siswa secara aktif merupakan ciri utama dari proses pembelajaran. Keaktifan siswa adalah faktor penting untuk mencapai keberhasilan suatu proses pembelajaran. Untuk itu Guru diharapkan mampu memberikan variasi pembelajaran guna merangsang siswa untuk aktif. Terutama dalam pembelajaran gerak dasar atletik dimana siswa kurang tertarik terhadap materi tersebut. Maka dari itu metode bermain merupakan salah satu pembelajaran dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk menyiasati agar pembelajaran berjalan menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar atletik menggunakan metode bermain untuk siswa kelas V SDN Yosowilangun Lor 01 Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Metode penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan.

Penelitian ini memakai 2 siklus yang setiap siklus terdapat 3 kali pertemuan, maka jumlah keseluruhan pertemuan yang ada dalam penelitian ini terdapat 6 kali pertemuan. Di mana setiap siklus terdiri dari tahap-tahapan yaitu; 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Pengamatan (observasi) dan 4) Refleksi. Dari hasil refleksi siklus 1 yang telah dilaksanakan, keaktifan siswa masih kurang dari 75% yaitu mencapai 58% dan masih ada kekurangan dalam pelaksanaan siklus 1 yang di antaranya: Sebagian siswa masih kurang mengerti arahan yang diberikan oleh guru, masih ada siswa yang tidak memperhatikan guru, sebagian siswa masih belum bisa melakukan permainan yang diberikan oleh guru. Dari kekurangan yang muncul pada pembelajaran gerak dasar atletik pada siklus 1, maka dilanjutkan ke siklus berikutnya (siklus 2) agar kekurangan yang muncul dalam pembelajaran gerak dasar atletik pada siklus 1 dapat diperbaiki dengan indikator keaktifan siswa mencapai 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan keaktifan siswa dalam siklus 1 yang dilanjutkan ke siklus 2 telah mengalami peningkatan dengan mencapai indikator keaktifan diatas 75% yaitu 83%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran gerak dasar atletik melalui metode bermain dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SDN Yosowilangun Lor 01 Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang.